Wednesday, 30 December 2020

Transit ...


Setiap beberapa bulan sekali, ada aktifitas berpergian menggunakan commuterline jurusan Bekasi - Kalideres . Nah dalam perjalanannya baik dari Bekasi maupun kembali ke Bekasi dari Kalideres, ada dua stasiun transit dimana saya akan berpindah kereta untuk menuju tempat yang saya tuju. Nama stasiunnya adalah Stasiun Manggarai dan Stasiun Duri
Di stasiun ini pun waktu yang dibutuhkan untuk transit pun tidak lama kecuali kalau ada gangguan tapi itupun tak sampai memakan waktu seharian. Disanapun ada petugas baik dari announcer maupun penjaga lintasan dan peron yang senantiasa memberikan informasi tentang tujuan kereta atau bertanya di peron berapa kereta yang kita tuju berada serta memberikan informasi tentang posisi kereta ada dimana.
Nah apabila kita ikut dengan arahan dan petunjuk dari para petugas maka kita akan sampai ke tujuan, namun kalau kita ngeyel atau tidak mematuhi arahan dan petunjuk dari petugas maka bukan hanya kita salah arah namun juga membayakan keselamatan diri.
Gambaran tentang stasiun transit diatas ternyata sama dengan alur kehidupan kita didunia ini. Dunia adalah Stasiun transit perjalanan panjang kehidupan kita. Waktunya pun singkat, hanya menunggu kereta yang akan membawa kita ke tujuan kita. Para petugas ibarat orang orang yang mengingatkan kita agar tidak tersesat ke jalan yang salah. Sign system atau rambu-rambu adalah hukum dan syariat adalah petunjuk agar kita tak salah arah. Apabila kita tak mentaati itu maka bukan tak mungkin kita akan tersesat ke jalan yang salah.
Jadi...sudahkah kita mempersiapkan diri untuk tujuan akhir kita meraih ridho Allaah di "stasiun transit" ini?
Atau jangan jangan kita malah "betah"di stasiun transit yang sebenarnya kalau berlama lama pun kita akan "diusir"?
Atau kita tak mengindahkan petunjuk baik dari "sign system" atau para "petugas" sehingga kita salah arah atau tersesat dari tujuan akhir kita?

Wallaahu a'lam ..


BKS-KDS dalam sebuah perjalanan...


Tuesday, 1 December 2020

Lom ada judul 1

Beruntunglah bagi orang yang berprofesi sebagai pendidik. Karena sebenarnya proses mendidik itu bukan hanya sekedar transfer pelajaran, tapi sebenarnya transfer pemikiran, transfer kebaikan dan juga transfer cita cita
Loh kok sampai sedalam itu sih? Ya itu sih kalau memang kita memaknai bahwa menjadi pendidik itu tidak hanya sekedar mengajarkan objek didik dengan pelajaran pelajaran yang telah distrukturkan saja. Karena kalau kita hanya mengajarkan cuma sekedar pelajaran, maka sebutannya bukan pendidik, tapi pengajar.

Apa bedanya? Mendidik bukan hanya sekedar mengajarkan seseorang dari tidak bisa menjadi bisa, namun juga bisa mengajarkan tentang adab dan akhlak, mengajarkan ada proses saat belajar, mencoba memaknai kegiatan yg dilakukan, dan pada akhirnya bisa mengambil hikmah dalam ragam aktifitas

Tuesday, 10 March 2015

Awal kisah Little Orange bermula ...

Berawal dari sebuah keinginan atau impian setelah membangun SD Alam untuk membuat sebuah sistem pendidikan sebelum usia sekolah yang dikenal dengan Pendidikan Anak Usia Dini, entah itu berbentuk TK atau daycare , maka saya beserta tim yayasan mencoba untuk mencari-cari lokasi dan konsep bagaimana membuat daycare atau TK yang sesuai dengan konsep alam. Prosesnya pun dimulai dengan mencoba mencari lokasi serta biaya awal dan bulanan untuk masuk ke TK atau daycare.

Saturday, 7 March 2015

Be Optimis :)

sering kali kita merasa gundah apabila menghadapi permasalahan hidup, terkadang kegundahan itu menjadi sebuah kekhawatiran yang mendalam yang akhirnya berujung kepada sikap tidak percaya diri, mudah menyalahkan sesuatu, bahkan terkadang tak jarang kita bertanya tanya “Allah adil ngga sih sama kita” ?….

Merubah Kebiasaan ...( it's all about sampah )

Dalam kehidupan selalu ada proses didalamnya, dalam kehidupan manusia pun proses menjadi sebuah bagian besar, mulai dari pertemuan antara sperma dan sel telur sampai akhirnya dikubur berkalang tanah. 
Begitupun dalam merubah kebiasaan, terutama merubah kebiasaan buruk atau jelek menjadi kebiasaan yang baik.
Butuh waktu dan energi yang besar untuk merubah sebuah kebiasaan. Salah satu contoh misalnya kebiasaan membuang sampah.

Friday, 6 March 2015

Hahaha...ada ada aja bu febi

Hahahaha, ada ada saja bu febi ini. Ajakan beliau tentang proyek membuat sebuah kumpulan tulisan di grup para fasilitator Sekolah Alam Jingga Lifeschool akhirnya menggoda saya untuk mengikuti ajakan tersebut. Ya, membuat tulisan yang akhirnya dirangkai menjadi sebuah buku sebenarnya sudah menjadi impian sejak zaman saya kuliah dulu, bahkan sampai sudah berkeluarga pun saya menyampaikan ini keinginan ini kepada istri saya, “Bun, abi pengen banget nih bikin buku sendiri”. Keinginan yang belum terwujud sampai sekarang walaupun berbagai macam cara sudah pernah dilakukan. Dari mulai membuat tulisan pendek, curcol tentang keseharian, maupun mencoba mengamati apa yang terjadi di lingkungan baik skala kecil maupun skala besar sudah mulai dicicil dari zaman kuliah dulu, bahkan blog awal saya buat juga ada dari zaman baheula (deuuu tua amat :D ). Taaapiii….. impian tetap jadi impian karena lagi-lagi mentok di suatu kata yang akhirnya menjadi sebuah kata kerja yaitu “MALAS”.

Saturday, 21 February 2015

Damai Nan Indah



Kepekatan malam dihiasi rembulan,
Siang pula datang bersama sinaran mentari,
Dalam resahnya hati ini,
Ku turutkan langkah kaki,
Tak terasa ku lalui,
Jalan yang berliku-liku,



Ku jatuhkan pandangan,
Ku lihat jurang dalam,
Penuh dengan onak duri,
Yang amat mengerikan,

Ku dongakkan kepala, 
Ku lihat langit tinggi,
Terbentang luas,
Tiada bertepi,

CahayaMu indah,
Menyinari hidupku ini,
KasihMu tabah,
Memupuk iman di jiwaku,
Dengan cahayamu,
Terang pelita di hatiku,
Syiarmu meluas,
Musuhmu terpaku... Ya Allah...

KalamMu indah,
Terdengar merdu di telinga,
MehnahMu itu mengajar menyedarkanku,
KasihMu oh Tuhan,
Membuat hatiku merindu,
Ku rasa indah di dalam rahmatMu...

From : Hijjaz - Damai Nan Indah (Album Lukisan Alam)