Wednesday, 29 November 2006
dunia hiburan kita.......
yup..kasus tentang meninggalnya anak SD di daerah Bandung akibat efek dari tayangan "Smackdown" yang ada disalah satu stasiun TV swasta....
kasus ini ternyata sudah merembet ke daerah daerah lain, suara suara lantang yang menyangkut tentang tayangan ini pun mulai gencar dilantunkan....variatif memang walaupun intinya tetap menyatakan ketidak setujuan sebagian besar masyarakat tentang tayangan acara ini.
Mulai dari DPRD, KPID Jawa Barat, menneg PP, sampai komite anak lantang menyerukan penolakan acara tersebut. Solusinya pun macam macam, ada yang menolak secara tegas, da juga yang mengundurkan jam tayangnya sehingga tidak masuk kedalam area "online" anak anak...
tanggapan pun juga beragam...ada yang bilang "wah terlambat, kenapa ngga dari kemarin kemarin aja" atau statement seperti "jangan salahkan TV nya dong, salahin yang nonton". atau "giliran masalah goyang goyang aja ribut, yang ini pas dah ada korban baru deh ribut..."
wow...sungguh bagus dinamika berpendapat masyarakat Indonesia. Bisa jadi ungkapan ungkapan seperti itu menunjukkan kekecewaan yang mendalam terhadap para "pejabat" yang ada di republik ini...
kita juga ngga bisa serta merta menyalahkan televisi, karena mereka juga harus bersaing ketat dengan stasiun televisi yang lain, walaupun ini juga bukan berarti sebuah pembenaran untuk "menghalalkan" segala cara yang penting rating tetap bagus...
toh kita punya yang namanya Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI ), kita juga punya lembaga kementrian yang tugasnya membuat rule of the game ( ROTG ) tentang mekanisme informasi di Indonesia.....
so....pada kemana lembaga lembaga tersebut ? apa musti menunggu lagi korban berjatuhan lebih banyak untuk "memberi peringatan" kepada stasiun televisi yang seharusnya menjadi media untuk meningkatkan moral, pendidikan dan akhlak bangsa indonesia terutama generasi mudanya?
ingat....kasus smackdown itu hanya sebagian kecil kasus yang mungkin "effeknya" langsung dirasakan dalam jangka waktu "dekat"
masih banyak tayangan tayangan televisi yang mempunyai efek psikologis yang panjang yang kalo saya pikir pikir malah akan merubah mental generasi muda Indonesia 10 sampai 20 tahun kedepan...
contohlah kasus sinetron sinetron yang ada saat ini...
crowded, banyak, dan tumpang tindih.....lom lagi "content" dari sinetron kita yang mungkin boleh saya bilang "picisan"
entah itu dari gaya hidup yang ada dalam sinetron itu, lom lagi moral yang disampaikan, apa pantas apabila kalo masuk sekolah baju kemeja dikeluarkan dan rok diatas lutut?
apa pantas siswa melecehkan guru ?
apa pantas yang selalu diusung adalah tema tema percintaan remaja pada saat sekolah? lalu kapan mereka akan belajar untuk meraih cita cita ?
kemana tayangan tayangan yang dulu sangat mendidik ? yang isinya adalah pelajaran pelajaran baik itu tingkat menengah maupun tingkat atas?
apakah kita akan menyibukkan generasi kita dengan pakaian model baru? HP jenis terbaru? atau tiap bulan pacar baru ?
mo kemana bangsa ini akan berjalan?
ini...hanyalah masalah waktu...........
maaf kalo kurang berkenan....hanya opini, tidak ada tendensi apapun...dan mudah mudahan yang saya tulis adalah murni dari kegundahan hati sebagai salah satu dari 250 juta rakyat Indonesia.....
Friday, 24 November 2006
Penyakit Organisasi
Team e-psikologi
Dalam dunia bisnis ada berbagai macam fenomena menarik. Ada pengusaha dan/atau perusahaan yang cenderung suka "bermimpi" dalam arti merumuskan tujuan perusahaan setinggi langit tanpa pernah tercapai. Sebaliknya, banyak pula yang terlalu menerima kenyataan, statis dan sangat khawatir terhadap adanya perubahan dan tidak pernah berani bermimpi! Sebenarnya fenomena ini sangat umum di Indonesia, bahkan mungkin mewakili sebagian besar wajah perusahaan Indonesia baik swasta, pemerintah atau pun
BUMN. Itulah sebabnya mengapa lebih banyak kredit macet disebabkan oleh pengusaha-pengusaha besar dibandingkan pengusaha kecil. Itu sebabnya pula mengapa perekonomian Indonesia terpuruk dan tidak kunjung bangkit, padahal di negara Asia yang sama-sama terkena krisis ekonomi sudah berhasil melewati masa krisis tersebut bahkan tingkat pertumbuhan ekonominya sudah makin baik, contohnya Thailand dan Korea Selatan.
Gejala
Menurut William A. Cohen (1993), seorang profesor dari California State University-Los Angeles, sebuah perusahaan atau organisasi dapat di padankan dengan pribadi individu. Seperti hanya kepribadian individu yang dapat mengalami gangguan, demikian juga organisasi. Jika organisasi itu terserang penyakit, maka orang-orang yang bekerja di dalamnya pasti akan terkena dampaknya secara langsung. Ada bermacam-macam gangguan mental yang dapat dialami oleh organisasi; dan tiap organisasi bisa mengalami gangguan yang berbeda. Beberapa gejala yang kelihatan di antaranya seperti ketiadaan struktur yang jelas dan pasti, tidak adanya suasana saling percaya, kebiasaan mudah memecat karyawan, kebiasaan suka menipu klien atau supplier, membohongi pelanggan dan suka ingkar janji, kelesuan yang dirasakan oleh hampir seluruh karyawan, banyaknya korupsi, membudayanya kolusi dan nepotisme, maraknya isu SARA di dalam organisasi, adanya perlakuan diskriminasi di antara karyawan, adanya kebiasaan menunda keputusan atau pekerjaan, sulitnya memperoleh komitmen atasan dan masih banyak gejala lainnya.
Sebab dan Akibat
Banyak sekali hal yang dapat menjadi sumber penyakit dalam kehidupan organisasi. Menurut Kernberg, seorang profesor sekaligus psikiater ternama yang sangat dipengaruhi oleh aliran psikoanalisa, suatu organisasi bisa saja mengalami kemunduran karena organisasi tersebut mempunyai "racun" di dalamnya. Racun itu bisa berbentuk gangguan kepribadian yang dialami oleh pimpinan dan kemudian menjalar ke karyawan, bisa juga kebudayaan organisasi itu yang patologis atau kesalaham sistem baik itu sistem pemerintahan ataupun sistem intra organisasi.
Sementara itu, menurut Cohen (1993), akibat dari penyakit atau gangguan yang dialami organisasi akan membawa pengaruh yang serius seperti:
* Menghancurkan moral karyawan
* Menurunkan produktivitas kerja
* Menurunkan kualitas dari produk yang dihasilkan oleh organisasi tersebut
* Menyakiti hati pelanggan, klien ataupun pihak-pihak yang berhubungan dengan organisasi
* Membuat frustrasi karyawan, terutama karyawan potensial
* Menyebabkan organisasi tersebut mengambil keputusan atau pun tindakan yang tidak rasional
* Menaruh perhatian pada hal yang tidak relevan dengan bisnisnya
* Berpotensi menghancurkan potensi kepemimpinan yang dimiliki oleh organisasi
* Menghancurkan hubungan baik dengan organisasi lain yang telah dibina selama bertahun-tahun
Tindakan
Banyak orang atau perusahaan melakukan kesalahan fatal dengan hanya memperbaiki keadaan yang tampak (gejala) dari permukaan tanpa mencari dan memahami latar belakang psikologis dari penyebabnya. Akibatnya, masalah yang sama terus-menerus terjadi bahkan tambah parah. Alangkah baiknya jika penanganan yang diberikan pada organisasi atau pun individu ini disesuaikan dengan jenis gangguannya. Karena tiap gangguan mempunyai karakteristik yang berbeda dan membutuhkan penanganan yang berbeda pula. Dalam menangani masalah organisasi, pertama-tama yang harus dilakukan adalah melakukan analisa terhadap keseluruhan komponen organisasi, mulai dari orangnya, sistem, struktur, budaya, dan komponen lainnya. Jika sudah ditemukan di mana akar masalahnya, maka harus segera diberi penanganan yang didesain khusus untuk permasalahan tersebut.
dari : www.e-psikologi.com
smackdown oh smackdown
kali ini tentang meninggalnya Reza Ikhsan Fadhillah (9) siswa kelas 3 SD Cincin I Katapang Kab. Bandung yang diduga meninggal akibat teman temannya yang meniru tayangan "Smack Down"
terlepas dari benar atau tidaknya penyebab kematian Reza adalah efek domino dari tayangan smack down..ini merupakan sebuah teguran bagi pihak terutama pihak televisi untuk lebih "menyeleksi" program program acaranya...
saya sendiri sebenarnya cukup heran dengan "jam tayang" acara smack down yang menurut saya terletak pada jam jam dimana anak anak yang belum cukup umur untuk mengerti acara tersebut masih dalam kondisi "online" alias belum tidur..
belum lagi durasinya yang hampir tiap hari ditayangkan....
keheranan saya sendiri sebenarnya berawal dari awal bulan puasa..saya sempat bertanya ke istri...kok acara smackdown nya jam segini sih? udah gitu semalaman suntuk pula...bahkan sampai beberapa saat sebelum sahur acara itu masih ada..plus ditayangkan setiap hari...
menurut rating...ternyata memang acara ini lumayan banyak juga peminatnya...sampai sampai sekarang kalo saya lewat didepan sekolah ternyata ada "abang abang" yang jual poster para "pemain" smackdown dari mulai ukuran A3 sampai ke ukuran kartu "kwartet"..
acara yang sejenis dengan ini sebenarnya bukan hal yang baru di Indonesia. Pertama kali saya melihat acara ini waktu itu masih dalam bentuk WCW, durasinya pun seminggu sekali alias tiap hari minggu pukul 14.00 kalo ngga salah, ta[i seingat saya waktu itu tidak "sebrutal" yang sekarang...dan tidak ada percakapan percakapan ala sinetron..
kembali ke masalah smakdown tadi...
memang di sela sela jeda iklan....ada sebuah himbauan dari pihak WWF (bukan world wide fund lho...) agar tayangan ini tidak dicontoh dirumah..."Don't Try This at Home" begitu pesannya.
dan dari pihak TV sendiri sudah memberikan "label" BO pada acara tersebut....
pihak yang menyiarkannya pun menegaskan bahwa acara smackdown itu sebenarnya mereka memakai script..sehingga adegan adegannya pun sudah diatur sedemikian rupa dan dilakukan oleh orang orang yang profesional di bidangnya...
cuma.....ternyata pihak yang menyiarkan terkesan "tidak ,au tahu" dengan ekses yang akan ditimbulkan dari tayangan tersebut...apalagi dengan jam tayang yang masih dalam kategori "prime time" ..walaupun memang beberapa hari ini akhirnya di undur sehingga mulai pukul 22.00...itupun mungkin setelah ada informasi mengenai meninggalnya Reza ....
alla kulli hal..kayaknya memang kita yang harus preventif untuk mengawasi anak anak dalam menonton televisi......sekaligus mengingatkan kepada para orang tua untuk hati hati dalam memilih tayangan di televisi...
powered by performancing firefox
Tuesday, 21 November 2006
RSS...
liat yahoo mail beta ditambah lagi dengan "tuntunan" dari salah satu rekan saya yang ada dibandung..akhirnya seharian ini dapet mainan baru..yaitu utak atik rss feeder....
duh....basi banget kali ya..hare genee baru tau RSS ???..
cuma...ya mo gimana lagi, abis baru sekarang sih "ngeh" kalo ternyata fungsi RSS itu luar biasa...terutama buat yang malas browsing tapi butuh berita yang update...
mo tau lebih lanjut...wah saya ngga bisa ngasih tau..mungkin ngga bakat kali ya ngasih tutorial sama orang...hehehe
saran saya..cari aja situs yang ada rss nya...situs situs harian nasional juga ada tuh yang menyediakan fasilitas RSS nya..coba aja klak klik...
powered by performancing firefox
mahasiswa...oh mahasiswa....
dua pemandangan yang....kalo saya lihat sangat bertolak belakang...
pemandangan pertama....ratusan bahkan ribuan mahasiswa berunjuk rasa di sekitar kebun raya bogor tempat dilangsungkannya pertemuan antara tamu negara dengan "yang punya" negara....
pemandangan kedua....unjuk otot...antara 2 fakultas disebuah Universitas Negeri dikawasan timur bumi Indonesia tercinta ini...
untuk yang pertama....mereka memperjuangkan "eksistensi" negara indonesia agar tidak mudah untuk "diperbudak" oleh "tamu negara"
untuk yang kedua...saya ngga mengerti..eksistensi apakah yang mereka perjuangkan.....apakah eksistensi sebagai sebuah fakultas terbaik...atau eksistensi sebagai fakultas ter"konyol"
untuk yang pemandangan pertama...mungkin kita sepakat...bahwa itulah "pekerjaan" sampingan sebagai seorang mahasiswa....suatu masa dimana pada saat itu idealisme dikumandangkan...terlepas nanti apakah idealisme tersebut akan bertahan pasca dunia mahasiswa....
untuk pemandangan kedua....saya pikir kita akan tidak sepakat kalo ajang unjuk otot adalah "pekerjaan" sampingan mahasiswa.....
cuma...saya coba menyoroti kenapa untuk pemandangan yang kedua ini..intensitasnya hampir sama atau malah lebih "blow up" beritanya dibandingkan dengan pemandangan yang pertama...
tarolah contoh...di jakarta, ada beberapa kampus yang gemar sekali dengan hal hal seperti ini....entah itu disalemba.....entah itu di lenteng agung.....entah itu ada dimana...
yang jelas....saya ngga habis pikir....apakah tidak ada korelasi antara pendidikan dengan kedewasaan seseorang untuk menyelesaikan sebuah masalah?
apakah tidak ada lagi ruang komunikasi antara 2 "pihak" yang memperjuangkan...entah eksistensi apa?
ditengah berita positif tentang 4 kampus besar di Indonesia masuk kedalam peringkat antara 1-502 di dunia...ternyata..masih banyak juga "kisah kisah kelam" dunia perguruan tinggi kita...
ah...mudah mudahan..para mahasiswa itu bisa menyadari...bahwa unjuk otot itu hanyalah sebuah contoh dari peradaban paleolithikum.....
powered by performancing firefox
Friday, 17 November 2006
Tamu Negara
Yang selalu disoroti adalah tentang masalah pengamanan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia tentang kedatangan tamu negara "yang satu" ini.
sekilas ...memang "kesan" yang didapat oleh masyarakat umum tentang pengamanan yang dilakukan oleh pihak terkait sangat "fantastis" dan "luar biasa"
sedangkan keterangan yang saya dapatkan dari beberapa media, bahwasanya yang dilakukan sekarang adalah prosedur yang wajar apabila ada tamu negara yang berkunjung ke Indonesia..
sekilas..saya coba memahami penjelasan yang diberikan terkait tentang masalah pengamanan...namun...tiba tiba saja otak saya kembali "membuka" file file lama tentang kunjungan beberapa tamu negara yang pernah ke Indonesia....
saya ambil contoh yang paling dekat, yaitu kunjungan PM Thailand yang ditunjuk oleh junta militer Thailand yang baru baru ini mengambil alih pemerintahan Thailand dalam suatu coups de etats tak berdarah....
pengamanannya ? terkesan biasa saja...bahkan saya khawatir jangan jangan sebagian besar penduduk Indonesia tidak tau....
atau ada lagi nih.....
kunjungan Presiden Iran Ahmadinejjad....
kesan yang saya dapat tentang pengamanannya...."biasa saja" bahkan tidak sampai menelan dana yang lebih.....bahkan beliau pun sempat mengisi Kuliah Umum di Kampus Universitas Indonesia Depok
dari contoh diatas....saya melihat bahwa kedua tamu negara tersebut disambut dengan sesuatu yang "alakadarnya"
nah yang terjadi sekarang adalah....."penyambutan" besar dari tamu negara yang satu ini.......mulai dari persiapan helipad, pengacakan saluran HP, dan lain sebagainya
mungkin tamu yang ini adalah tamu yang istimewa bagi Indonesia mengingat kedudukan negara yang dipimpinnya sangat luar biasa....
terlepas dari apapun.....pengamanan terhadap tamu negara memang mutlak perlu dilaksanakan..cuma jangan sampai ada yang tidak berimbang antara tamu yang satu dengan tamu yang lain..apalagi dari dua contoh yang saya sebutkan tadi..mereka juga sama statusnya dengan presiden Bush yaitu sama sama kepala negara..........
dan saya mendengar lagi dari media bahwa yang dilakukan pada saat ini akan berlaku juga untuk penyambutan tamu/kepala negara sahabat lainnya ...
ah mudah mudahan bukan menjadi sesuatu yang "mubazir" mengingat negeri ini masih banyak rakyat yang membutuhkan.....
powered by performancing firefox
Friday, 10 November 2006
tetaplah disini....
Dijalan keimanan ini........dijalan keislaman ini................
Tetaplah bersama-sama meniti jalan ini.........sampai usai.............
Kita semua mungkin sudah letih....
Karena perjalanan ini amat panjang dan berliku......
Tapi .... bersiaplah disini.......
Jangan sekali-kali kita menjauh......
Yakinlah kenikmatan pengorbanan yang kita teguk di jalan ini....
Jauh lebih banyak ... ketimbang yang dilakukan orang-orang lalai itu ......
Keindahan disini.... jauh lebih indah dari pada keindahan yang dibanggakan oleh orang-orang lalai itu
Saudara/i ku ...................
Kita memperoleh puncak obsesi dan keinginan disaat kita mendapatkan ujian....
Keinginan kita adalah apa yang dapat kita berikan untuk ISLAM dan kaum muslimin......
Kegembiraan kita adalah bagaimana melihat hasil perjuangan da’wah kepada ummat.....
Obsesi kita adalah bagaimana bisa berbuat lebih banyak untuk ummat.....
Terangilah hati dan jiwa kita untuk tetap bersama... Saudara/i ku....
Karena dengan itu eksistensi ukhuwah akan lebih terasa dan lebih indah......
Hapuslah dzhon-dzhon yang ada dalam diri kita semua..............
Jangan cepat menyerah, putus asa, frustasi, apalagi cepat marah ......
Karena itu semua tak pernah membawa kita untuk mencapai kedudukan yg lebih tinggi....
Bukankah semua posisi yang lebih mulia selalu dicapai lewat pengorbanan yang luar biasa ????........
Tetaplah disini saudara/i ku...........
Tetaplah di jalan ini .... jalan keislaman ......... jalan keimanan..........
Tetaplah di jalan ini..........
Walau hati ini perih........walau jasad ini sakit....
Tetaplah di jalan ini ..............
Walau remuk tulang-tulang kita........ walau runtuh sendi-sendi kita.........walau habis cucuran keringat darah dan air mata kita.............
Tetaplah di jalan da’wah ini............
Walau berkorban perasaan .............. walau pahit menerima kenyataan.........
Saudara/i ku..................
Jalan yang kita tempuhi memang berat.........penuh dengan tantangan, hambatan, ancaman ,godaan......
Banyak yang kita temui di jalan ini........
Yang meninggikan asa dan harap kita..............
Namun terkadang menghempaskan batin dan jiwa kita.............
Akan banyak yang kita temukan........idealisme dan realitas bertempur, berperang, jauh masuk ke relung hati kita..............
Hingga akhirnya jiwa kita harus mengalah...apabila realitas jauh dari angan........
Tetaplah disini Saudara/i ku................
Kita akan memulai perjalanan yang lebih mendaki dan terjal...............
Tapi disanalah kita berharap bisa merasakan kenikmatan yang kita idam-idamkan.............
Maka ucapkanlah “Alhamdulillah” atas semua keadaan yang kita alami.........
Meski kebersamaan ini sungguh menguras keringat dan meletihkan sendi-sendi.....
KETIKA SEBAGAI KAKEK DI TAHUN 2040
Bersama beberapa ribu kawanmu
Marah, serak berteriak dan mengepalkan tinju
Bersama-sama membuka sejarah halaman satu
Lalu mengguratkan baris pertama bab yang baru
Seraya mencat spanduk dengan teks yang seru
Terpicu oleh kawan-kawan yang ditembus peluru
Dikejar masuk kampus, terguling di tanah berdebu
Dihajar dusta dan fakta dalam berita selalu
Sampai kini sejak kau lahir dahulu
Inilah pengakuan generasi kami, katamu
Hasil penataan dan penataran yang kaku
Pandangan berbeda tak pernah diaku
Daun-daun hijau dan langit biru, katamu
Daun-daun kuning dan langit kuning, kata orang-orang itu
Kekayaan alam untuk bangsaku, katamu
Kekayaan alam untuk nafsuku, kata orang-orang itu
Karena tak mau nasib rakyat selalu jadi mata dadu
Yang diguncang-guncang genggaman orang-orang itu
Dan nomor yang keluar telah ditentukan lebih dulu
Maka kami bergeraklah kini, katamu
Berjalan kaki, berdiri di atap bis yang melaju
Kemeja basah keringat, ujian semester lupakan dulu
Memasang ikat kepala, mengibar-ngibarkan benderamu
Tanpa ada pimpinan di puncak struktur yang satu
Tanpa dukungan jelas dari yang memegang bedil itu
Sudahlah, ayo kita bergerak saja dulu
Kita percayakan nasib pada Yang Satu Itu.
Taufik Ismail, 1998
Suapan Pertama Penuh makna
Memasuki usia enam bulan, susu bukan lagi satu-satunya makanan bagi bayi Anda. Tapi, tunggu dulu. Anda tidak bisa langsung memberikan makanan padanya. Sebab, “pelajaran” makan si kecil haruslah berlangsung secara bertahap.
Kapan ia siap makan?
Kemampuan bayi untuk makan makanan padat memang tidak sama. Sekalipun demikian, para ahli sepakat, umumnya kesiapan bayi untuk makan makanan padat pertamanya berkisar antara usia 6–8 bulan.
Meski begitu, jangan mentang-mentang usia si kecil sudah 6 bulan, lalu Anda langsung bersemangat “menjejalinya” dengan seabrek makanan padat, hanya karena khawatir ia ketinggalan dari teman-teman seusianya! Umumnya, otot mulut bayi belum dapat mengunyah dan menelan makanan padat sampai usia 4–6 bulan. Maka, jangan heran kalau lidah si 6 bulan Anda malah “mendorong” makanan ke luar mulut mungilnya. Lihat-lihat dulu kemampuannya. Bila tidak, bisa-bisa urusan makan ini malah jadi runyam! Kalau sudah begini, apa yang bisa Anda lakukan?
Yang pasti, ketika memperkenalkan makanan padat, sistem pencernaan si kecil harus benar-benar “matang”. Pokoknya, sudah siap tempur untuk memproses berbagai jenis makanan baru yang masuk. Kalaupun Anda terlalu dini memperkenalkan makanan padat, bayi Anda malah lebih mudah terkena reaksi alergi. Jadi, tenang-tenang saja dulu.
Jangan coba-coba ambil jalan pintas!
Harus diakui, bukan hal yang mudah jika si kecil Anda susah banget belajar mengunyah dan menelan makanan. Sekalipun kepentok di sana-sini, jangan lantas ambil jalan pintas dengan cara memberikan makanan padat melalui botol.
Tahukah Anda, cara pemberian makanan seperti ini nggak aman-aman amat! Malahan, ini dapat meningkatkan risiko si kecil tersedak. Kok, begitu? Ketika Anda memberi makanan melalui botol (biasanya lubang dot akan diperbesar), makanan tadi akan langsung ditelannya. Jika ia belum pintar-pintar mengontrolnya, bukan tak mungkin ia langsung tersedak.
Bahkan, tak jarang, cara pemberian makanan ini justru menjadi salah satu penyebab anak “terlalu banyak” makan. Ia jadi cepat sekali menelan makanannya. Saking cepatnya, sekalipun perutnya sudah kenyang, sinyal yang bertugas memberitahu kalau dia sudah kenyang “tidak sempat” sampai ke otak. Akibatnya, dia minta tambah terus dan terus. Wah, jadi repot lagi.
Selain itu, pemberian makanan lewat botol tidak akan mengajari si kecil menggunakan rahangnya untuk mengunyah. Padahal, proses belajar mengunyah, dan juga menelan, kelak penting untuk kemampuan bicara dan pertumbuhan gigi.
Belajar tidak berhenti di mulut saja
Proses belajar makan si kecil memang tidak berhenti sebatas mulut mungilnya saja. Ia masih harus belajar disiplin melalui tatacara makan yang sudah terpola waktunya. Misalnya, ketika didudukkan di kursi makan atau dipasangkan celemek, ia sudah tahu kalau “upacara” makan sudah tiba. Atau, ketika mencium harumnya aroma makanan yang sedang Anda siapkan, ia harus sabar menunggu. Tampaknya sepele memang, namun semua itu merupakan rangkaian dalam proses belajarnya.
Juga, ia akan belajar bahwa aktivitas ini bisa mempererat hubungan dengan Anda, bunda tercintanya. Melalui kontak mata ketika Anda mengajaknya berbicara ketika mempersiapkan makanan atau duduk di hadapannya, ia tahu kalau Anda sangat menyayanginya dan memberikan perhatian penuh. Akan lebih baik lagi, bila Anda selalu tersenyum ketika menyuapinya. Ketenangan Anda dan cara Anda memperlakukannya sangat besar pengaruhnya dalam proses belajar makan si kecil.
Kesabaran untuk tidak terburu-buru ketika menyuapi, kepekaan mengetahui kondisi anak, kreativitas dalam memilihkan menu, serta menciptakan suasana makan yang menyenangkan merupakan kunci utama kesuksesan Anda dalam memberi makan pada si kecil. Siapkah Anda untuk itu?
Boks 1:
“Tanda” Siap Makan
• Ia tampak lahap ketika diberi ASI.
• Ia kelihatan masih lapar, sekalipun baru selesai disusui.
• Ia sudah bisa duduk tegak, serta mengontrol leher dan kepala ketika didudukkan di kursi.
Boks 2:
7 langkah Sukses
Awalnya, memang tidak mudah menyuapkan makanan padat pada si kecil. Selama ini, ia terbiasa minum susu, baik ASI maupun susu formula, yang bentuknya cair. Sekali glek , susu akan “meluncur” dengan mulusnya, tanpa harus “menyangkut” dulu di sana-sini. Tapi, jangan keburu panik dulu. Berikut kiat suksesnya:
• Makanan jangan terlalu kental . Kalau kental, si kecil susah menelannya.
• Jangan masak banyak-banyak . Cukup sekitar 2-3 sendok teh dulu.
• Gunakan sendok bayi. Sendok seperti ini banyak tersedia di pasaran.
• Mulailah dengan seujung sendok. Lalu, sentuhkan ke ujung lidah mungilnya. Cara ini cukup efektif saat memperkenalkan rasa baru.
• Kalau si kecil menolak. Ini karena ia belum terbiasa disuapi dengan sendok atau masih asing dengan aneka rasa yang “ajaib”.
• Jangan pernah putus asa. Kalaupun makanannya keluar lagi, ini tidak selalu berarti ia tidak menyukainya. Reaksi ini terjadi karena otot-otot lidah dan mulutnya belum cukup terampil untuk menelan atau mengunyah.
• Bersabarlah. Membiasakan si kecil makan makanan tertentu perlu waktu. Cobalah sampai beberapa kali selama berhari-hari. Beri kesempatan padanya untuk “merekam” aneka rasa dalam memorinya. Dengan begitu, diharapkan ia tidak terlalu “pemilih” nantinya.
Boks 3:
Kalau si Kecil Sulit Makan
Si kecil enggan membuka mulut? Itu biasa! Tapi, jangan paksa terus menyuapinya. Suasana makan yang tidak menyenangkan pada perkenalan makanan padat pertama bisa-bisa berbuntut panjang. Kelak ia malah jadi “jagoan” sulit makan.
Kalau bayi Anda kelihatan menolak makanan yang Anda sodorkan, ajak bicara dan “tariklah” perhatiannya melalui cerita, mainan, dan gambar yang bisa menggugah selera makannya. Besok, coba berikan kembali makanan yang sama. Proses pengenalan rasa makanan baru bisa berlangsung sehari, namun bisa pula sampai seminggu. Jika sudah terbiasa makan berbagai jenis makanan, berikan secara bergantian. Biar tidak cepat bosan!
Boks 4:
Sepele, Tapi Tidak Remeh
• ASI tetap merupakan makanan utama dan terbaik sampai usia 1 tahun.
• Jangan tambahkan gula, garam atau penyedap lain dalam makanannya.
• Selalu gunakan sendok bayi, lalu langsung suapkan makanan. Jangan dicicipi dulu.
• Jangan gunakan sendok bayi untuk mencicipi apakah makanan cukup hangat atau tidak. Gunakan sendok Anda sendiri.
• Buang makanan yang tersisa di piring, dan jangan diberikan lagi. Bisa jadi sudah banyak bakterinya.
• Segera simpan makanan bayi siap pakai yang sudah terbuka dalam lemari es.
• Buang makanan bayi buatan Anda atau kemasannya sudah dibuka dan tersimpan di lemari es hingga lebih dari 3 hari. Dikhawatirkan sudah “dihinggapi” bakteri.
• Makanan yang sudah dibekukan tidak boleh dipanaskan lebih dari sekali. Sebaiknya, ambil untuk porsi sekali makan saja, lalu masukkan sisanya di lemari es.
• Perhatikan dan hargai “sinyal-sinyal” si kecil ketika kenyang. Jangan terus memaksa untuk menghabiskan isi piringnya.
• Jangan tinggalkan bayi sendirian pada saat makan.
sumber : http://www.ayahbunda-online.com/
Wednesday, 8 November 2006
Salahudin Al-Ayubi
Shalahuddin terlahir dari keluarga Kurdish di kota Tikrit (140km barat laut kota Baghdad) dekat sungai Tigris pada tahun 1137M. Masa kecilnya selama sepuluh tahun dihabiskan belajar di Damaskus di lingkungan anggota dinasti Zangid yang memerintah Syria, yaitu Nur Ad-Din atau Nuruddin Zangi.
Selain belajar Islam, Shalahuddin pun mendapat pelajaran kemiliteran dari pamannya Asaddin Shirkuh, seorang panglima perang Turki Seljuk. Kekhalifahan. Bersama dengan pamannya Shalahuddin menguasai Mesir, dan mendeposisikan sultan terakhir dari kekhalifahan Fatimid (turunan dari Fatimah Az-Zahra, putri Nabi Muhammad SAW).
Dinobatkannya Shalahuddin menjadi sultan Mesir membuat kejanggalan bagi anaknya Nuruddin, Shalih Ismail. Hingga setelah tahun 1174 Nuruddin meninggal dunia, Shalih Ismail bersengketa soal garis keturunan terhadap hak kekhalifahan di Mesir. Akhirnya Shalih Ismail dan Shalahuddin berperang dan Damaskus berhasil dikuasai Sholahuddin. Shalih Ismail terpaksa menyingkir dan terus melawan kekuatan dinasti baru hingga terbunuh pada tahun 1181. Shalahuddin memimpin Syria sekaligus Mesir serta mengembalikan Islam di Mesir kembali kepada jalan Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Dalam menumbuhkan wilayah kekuasaannya Shalahuddin selalu berhasil mengalahkan serbuan para Crusader dari Eropa, terkecuali satu hal yang tercatat adalah Shalahuddin sempat mundur dari peperangan Battle of Montgisard melawan Kingdom of Jerusalem (kerajaan singkat di Jerusalem selama Perang Salib). Namun mundurnya Sholahuddin tersebut mengakibatkan Raynald of Châtillon pimpinan perang dari The Holy Land Jerusalem memrovokasi muslim dengan mengganggu perdagangan dan jalur Laut Merah yang digunakan sebagai jalur jamaah haji ke Makkah dan Madinah. Lebih buruk lagi Raynald mengancam menyerang dua kota suci tersebut, hingga akhirnya Shalahuddin menyerang kembali Kingdom of Jerusalem di tahun 1187 pada perang Battle of Hattin, sekaligus mengeksekusi hukuman mati kepada Raynald dan menangkap rajanya, Guy of Lusignan.
Akhirnya seluruh Jerusalem kembali ke tangan muslim dan Kingdom of Jerusalem pun runtuh. Selain Jerusalem kota-kota lainnya pun ditaklukkan kecuali Tyres/Tyrus. Jatuhnya Jerusalem ini menjadi pemicu Kristen Eropa menggerakkan Perang Salib Ketiga atau Third Crusade.
Perang Salib Ketiga ini menurunkan Richard I of England ke medan perang di Battle of Arsuf. Shalahuddin pun terpaksa mundur, dan untuk pertama kalinya Crusader merasa bisa menjungkalkan invincibilty Sholahuddin. Dalam kemiliteran Sholahuddin dikagumi ketika Richard cedera, Shalahuddin menawarkan pengobatan di saat perang di mana pada saat itu ilmu kedokteran kaum Muslim sudah maju dan dipercaya.
Pada tahun 1192 Shalahuddin dan Richard sepakat dalam perjanjian Ramla, di mana Jerusalem tetap dikuasai Muslim dan terbuka kepada para peziarah Kristen. Setahun berikutnya Shalahuddin meninggal dunia di Damaskus setelah Richard kembali ke Inggris. Bahkan ketika rakyat membuka peti hartanya ternyata hartanya tak cukup untuk biaya pemakamannya, hartanya banyak dibagikan kepada mereka yang membutuhkannya.
Selain dikagumi Muslim, Shalahuddin atau Saladin mendapat reputasi besar di kaum Kristen Eropa, kisah perang dan kepemimpinannya banyak ditulis dalam karya puisi dan sastra Eropa, salah satunya adalah The Talisman (1825) karya Walter Scott.
dari : http://yulian.firdaus.or.id/
Jodoh dan kedewasaan
Jodoh serasa ringan diucap, tapi rumit dalam realita. Kebanyakan orang ketika berbicara soal jodoh selalu bertolak dari sebuah gambaran ideal tentang kehidupan rumah tangga. Otomatis dia lalu berpikir serius tentang kriteria calon idaman. Nah, di sinilah segala sedu-sedan pembicaraan soal jodoh itu berawal.
Pada mulanya, kriteria calon hanya menjadi 'bagian masalah', namun kemudian justru menjadi inti permasalahan itu sendiri. Di sini orang berlomba mengajukan "standardisasi" calon: wajah rupawan, berpendidikan tinggi, wawasan luas, orang tua kaya, profesi mapan, latar belakang keluarga harmonis, dan tentu saja kualitas keshalihan.Ketika ditanya, haruskah seideal itu? Jawabnya ringan, "Apa salahnya? Ikhtiar tidak apa, kan?" Memang, ada juga jawaban lain, "Saya tidak pernah menuntut. Yang penting bagi saya calon yang shalih saja."
Sayangnya, jawaban itu diucapkan ketika gurat-gurat keriput mulai menghiasi wajah. Dulu ketika masih fresh, sekadar senyum pun mahal. Tidak ada satu pun dalih, bahwa peluang jodoh lebih cepat didapatkan oleh mereka yang memiliki sifat superior (serbaunggul). Memperhitungkan kriteria calon memang sesuai sunnah, namun kriteria tidak pernah menjadi penentu sulit atau mudahnya orang menikah.
Pengalaman riil di lapangan kerap kali menjungkirbalikkan prasangka-prasangka kita selama ini. Jodoh, jika direnungkan, sebenarnya lebih bergantung pada kedewasaan kita. Banyak orang merintih pilu, menghiba dalam doa, memohon kemurahan Allah, sekaligus menuntut keadilan-Nya. Namun prestasi terbaik mereka hanya sebatas menuntut, tidak tampak bukti kesungguhan untuk menjemput kehidupan rumah tangga.
Mereka bayangkan kehidupan rumah tangga itu indah, bahkan lebih indah dari film-film picisan ala bintang India, Sahrukh Khan. Mereka tidak memandang bahwa kehidupan keluarga adalah arena perjuangan, penuh liku dan ujian, dibutuhkan napas kesabaran panjang, kadang kegetiran mampir susul-menyusul. Mereka hanya siap menjadi raja atau ratu, tidak pernah menyiapkan diri untuk berletih-letih membina keluarga.
Kehidupan keluarga tidak berbeda dengan kehidupan individu, hanya dalam soal ujian dan beban jauh lebih berat. Jika seseorang masih single, lalu dibuai penyakit malas dan manja, kehidupan keluarga macam apa yang dia impikan? Pendidikan, lingkungan, dan media membesarkan generasi muda kita menjadi manusia-manusia yang rapuh.
Mereka sangat pakar dalam memahami sebuah gambar kehidupan yang ideal, namun lemah nyali ketika didesak untuk meraih keidealan itu dengan pengorbanan. Jika harus ideal, mereka menuntut orang lain yang menyediakannya. Adapun mereka cukup ongkang-ongkang kaki. Kesulitan itu pada akhirnya kita ciptakan sendiri, bukan dari siapa pun.
Bagaimana mungkin Allah akan memberi nikmat jodoh, jika kita tidak pernah siap untuk itu? "Tidaklah Allah membebani seseorang melainkan sekadar sesuai kesanggupannya." (QS Al Baqarah, 286). Di balik fenomena "telat nikah" sebenarnya ada bukti-bukti kasih sayang Allah SWT. Ketika sifat kedewasaan telah menjadi jiwa, jodoh itu akan datang tanpa harus dirintihkan. Kala itu hati seseorang telah bulat utuh, siap menerima realita kehidupan rumah tangga, manis atau getirnya, dengan lapang dada.
Jangan pernah lagi bertanya, mana jodohku? Namun bertanyalah, sudah dewasakah aku? Wallahu a'lam bisshawaab.
Sumber : www.masjidits.com
Wanita....
SUPER WOMAN . . . mungkin itulah yang tepat disematkan kepada para wanita sejati impian manusia. Wanita yang sukses dalam karier, dan pendidikan, sekaligus melahirkan anak-anak brilian dalam lingkungan rumah tangga yang serasi. Mereka dituntut mampu berkiprah dalam bidang sosial, ekonomi, politik dan sebagainya. Namun tetap menyandang kewajiban rumah tangga.
Islam sendiri memberikan begitu banyak peluang terhadap pengembangan potensi wanita, karena sebagai manusia wanita mempunyai banyak potensi yang sangat berguna. Potensi kecerdasan, kelembutan sikap, sensitifitas rasa, manajemen yang baik, keteraturan, hingga jumlah yang banyak.
Sejarah telah membuktikan bahwasanya banyak wanita yang telah mengubah sejarah dunia. Sebut saja Marie Curie dan Margareth Teacher. Dalam Islam pun telah kita ketahui sepak terjang Aisyah, Khansa, Ummu Sulaim, Fattimah Azzahra, Rabi’atul ‘Adawiyah sampai ke Zainab Al Ghazali.
Akan tetapi bagaimana berbagai potensi ini tidak mengubur fitrahnya sebagai ibu dari putra-putranya? Atau istri bagi suaminya? Atau da’iyah bagi lingkungannya ?
Saat seorang muslimah masih lajang maka permasalahan ini mungkin tidak terasakan. Mereka masih bebas menentukan kehidupannya sendiri. Kuliah, kursus, bekerja, hingga aktifitas da’wah hingga larut malam masih bebas dijalani dengan mudah. Namun setelah menikah, dimana kewajiban dan tantangan yang dilakoni bertambah, permasalahan ini akan lebih melekat.
Untuk itu perlu beberapa persiapan bagi seorang akhwat muslimah agar kelak dapat menjadikan rumahnya seindah syurga. Syurga yang menyejukkan selepas menerima panasnya aktifitas diluar. Syurga yang indah bagi semua yang bernaung didalamnya
Manajemen Rumah
Seorang akhwat muslimah layaklah memiliki kemampuan dasar rumah tangga. Kemampuan mengatur pernak-pernik rumah. Dari mulai menyalakan kompor, memasak, mengatur interior rumah hingga inventori rumah tangga. Ini adalah skill dasar yang harus dimiliki. Tidaklah dituntut untuk perfect melakukan segalanya, tetapi minimal mengetahui dasar-dasarnya sehingga rumah dapat nyaman dihuni, karena kebutuhan akan kenyamanan rumah menjadi suatu kebutuhan yang mutlak bagi setiap anggota keluarga. Seorang suami yang lelah sepulang kerja tentu akan bertambah stress apabila mendapati kondisi rumah yang berantakan, lantai yang belum dipel, hidangan yang belum tersedia serta cucian yang menumpuk belum dicuci. Sedikit percikan saja suami akan uring-uringan dan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah hanya tinggal slogan belaka.
Untuk itu walaupun tidak mutlak semua pekerjaan rumah dilakukan oleh istri, tetaplah hal ini diperhatikan. Soal siapa yang akan mengerjakan ini dan mengerjakan itu bisa dikompromikan dengan seluruh keluarga, namun manajemen rumah tetap ditangan ibu rumah tangga
Untuk itulah tarbiyah akhwat selayaknya menyentuh permasalahan ini, karena tidak semua keluarga muslim mampu untuk mempekerjakan khadimat, sehingga terkadang semua pekerjaan harus dikerjakan sendiri. Bila skill ini tidak dilatih sejak dini, maka akan menyulitkan akhwat dalam perjalanan rumah tangga mereka kelak
Manajemen Keuangan
Dalam banyak rumah tangga seorang istri berperan sebagai Menteri Keuangan. Seorang suami akan menyerahkan semua nafkahnya—sedikit apapun jumlahnya—kepada istri. Ini merupakan kewajiban suami walaupun sang istri juga bekerja dengan pendapatan yang lebih besar. Untuk itu pengaturan keuangan keluarga menjadi tanggung jawab istri, sehingga penting bagi setiap akhwat untuk memiliki kemampuan dasar pengaturan keuangan keluarga. Mudah saja, berapa disisihkan untuk ini, itu dan sisanya—bila ada—ditabung untuk masa depan. Hindari berhutang, walaupun hal ini tidak dilarang, tetapi bisa mengundang fitnah apalagi apabila tidak bisa melunasinya tepat waktu.
Namun kunci utama dalam manajemen keuangan bukanlah terletak pada skill atau ketepatan prediksi pengeluaran, akan tetapi yang dibutuhkan adalah kedewasaan dalam menerima nafkah dari suami baik nafkah besar ataupun kecil.
Dewasa dalam menerima nafkah yang sedikit adalah kesabaran dalam menahan keinginan dan impian. Akhwat adalah seorang wanita juga, yang tidak banyak berbeda dengan wanita lainnya. Kecenderungan akan perhiasan dan kemewahan dunia lekat pada jiwanya. Namun bagi keluarga muslim, sebisa mungkin hal ini ditekan karena rumah tangga islami bukan bersandar keduniawian, tetapi lebih penting kepada berkah dan qona’ah atas harta tersebut.
Miris mendengar beberapa kasus yang menimpa para ikhwan. Pada saat mereka mencoba untuk menjalin bahtera rumah tangga dengan seorang akhwat muslimah. Dengan proses yang bersih, jauh dari ikhtilat jahiliyyah, namun kemudian ditolak mentah-mentah, baik dari pihak keluarga ( baik dari keluarga ikhwan maupun keluarga akhwat ) maupun dari akhwat itu sendiri. Hanya karena pendapatan bulanan mereka yang tidak memenuhi kriteria, walaupun seorang wanita juga memiliki kebebasan untuk memilih jodohnya, namun janganlah hanya karena harta dunia cita-cita menjalin rumah tangga Islami terkandaskan.
Teringat dengan sabda Rasulullah SAW: ”Bila datang seorang laki-laki yang engkau ridhoi agamanya, untuk meminang putrimu maka terimalah” disini Rasulullah SAW hanya menyebut kriteria agama, bukan harta atau pangkatnya.
Kedewasaan Mental
Menikah adalah satu langkah menuju tegaknya Khilafah Islamiyah, maka persiapan mental didalamnya laksana persiapan membangun khilafah itu sendiri.
Dewasa dalam menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangannya. Untuk itu sebaiknya para akhwat tidak mematok kriteria tinggi dalam mendapati jodohnya, karena pada akhirnya apabila seseorang dengan kriteria seperti itu belum juga didapatkan, maka yang ada adalah kompromi-kompromi, mencoreti beberapa kriteria, yang pada akhirnya kelanjutan rumah tangganya akan menimbulkan kekecewaan terhadap pasangannya tersebut, karena tidak sesuai dengan impian.
Juga dewasa dalam menghadapi pernak-pernik hidup berumah tangga, karena menjalin rumah tangga bukan hanya menjalin hubungan antara suami dengan istri, tetapi juga hubungan antar keluarga, orang tua, mertua hingga tetangga. Banyak fitnah yang terjadi saat hubungan ini tidak harmonis. Konflik istri dengan mertua, tetangga dan lain sebagainya akan menyulitkan menuju keluarga sakinah karena selalu beradu dengan konflik yang tidak perlu.
Dewasa pula dalam menghadapi kehidupan. Membagi antara aktifitas rumah tangga, da’wah dan aktifitas lain, karena Islam tidak mengebiri aktifitas wanita. Semua potensi wanita layaknya dikembangkan dalam bingkai Islam sehingga menambah dinamika dan keberkahan rumah tangga tersebut
Dan terpenting adalah dewasa dalam menghadapi perubahan, karena antara kehidupan lajang dengan berkeluarga adalah dua alam yang berbeda. Saat lajang begitu mudahnya seseorang menjalani aktifitas yang diingini tanpa beban, namun saat berkeluarga akan terdapat berbagai batasan-batasan di satu sisi dan dukungan-dukungan disisi lain. Perubahan ini bisa jadi sangat drastis, bisa merubah segala rencana dan impian yang telah ada.
Seperti contoh: ada akhwat dari keluarga berkecukupan menikah dengan ikhwan yang sederhana. Segala fasilitas yang dahulu didapatnya kemudian sirna begitu saja. Bila tidak dewasa dalam memandang permasalahan ini, maka bahtera rumahtangga tersebut bisa berantakan. Istri yang menuntut macam-macam sementara sang suami tidak mampu berbuat apa-apa.
Kita layaknya meneladani sikap istri Umar bin Abdul Aziz, putri khalifah yang bergelimang kekayaan dan bertabur perhiasan. Namun ketika sang suami menjadi khalifah menggantikan ayahandanya, segalanya berubah. Semua perhiasan dan harta miliknya diserahkan ke Baitul Maal, bahkan hingga Umar wafat beliau memilih hidup dalam kemiskinan walaupun telah ditawarkan untuk mengambil kembali harta yang telah disedekahkannya.
Khatimah
Demikianlah, bahwa begitu banyak potensi wanita, begitu banyak peran yang bisa diambilnya. Namun tetaplah Islam mengatur peran wanita pada porsinya. Tidak mengebiri, tidak pula dibiarkan sebebas-bebasnya. Sehingga kemudian kita dapat menyaksikan sebuah peradaban yang dibangun oleh insan-insan bertaqwa, dibangun oleh keluarga-keluarga yang Sakinah Mawaddah Warahmah, dibangun oleh masyarakat yang adil dan terbina sehingga mewujudkan suatu kesejahteraan, teratur dalam bingkai syari’ah Allah, berjalan beriringan menggapai ridho ilahi.
Afwan kalau dalam tulisan ini banyak kekurangan dan kesalahan yang ana buat. Ini tidak lepas dari posisi ana sebagai seorang manusia yang tak pernah lepas dari alpa dan dosa. Tulisan ini bukan sebagai sindiran atau apapun namanya, tetapi sebagai renungan untuk kita semua terutama kepada para saudariku yang berjuang dijalan Allah untuk menggapai ridho-Nya. Wallahu a’lam
IAF
Untuk Saudariku...
Mampukah aku menjadi seperti Siti Khadijah ?
Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah
Hartanya diperjuangkan ke jalan fisabilillah
Penawar hati kekasih Allah
Susah dan senang rela bersama
Dapatkah ku didik jiwa seperti Siti Aishah
Isteri Rasululah yang bijak
Pendorong kesusahan dan penderitaan
Tiada sukar untuk dilaksanakan........
Mengalir air mataku
Melihat pengorbanan puteri solehah Siti Fatimah
Akur dalam setiap perintah Taat dengan ayahnya,
yang sentiasa berjuang Tiada memiliki harta dunia
Layaklah dia sebagai wanita penghulu syurga...........
Ketika aku marah
Inginku intip serpihan sabar
Dari catatan hidup Siti Sarah........
Tabahkah jiwaku ..??
Setabah umi Nabi Ismail
Mengendong bayinya yang masih merah
Mencari air penghilang dahaga
Di terik padang Ditinggalkan suami tanpa bantah
Pengharapannya hanya pada Allah
Itulah wanita Siti Hajar
Mampukah aku menjadi wanita solehah ?
Mati dalam keunggulan iman
Bersinar indah, harum tersebar
Bagai wanginya pusara Masyitah....
Wednesday, 1 November 2006
10 cara membuat balita cerdas
Berikut sejumlah cara yang bisa mendorong serta melatih mereka agar memiliki otak cerdas.
1. Mengajak bicara. Ceritakan tentang apa saja padanya. Yang jelas, anak jadi tahu, dia merupakan pusat perhatian Anda. Hal ini akan mendukungnya di dalam perkembangan pengetahuan bahasa dan pemikirannya.
2. Pilih buku anak-anak dengan huruf yang besar dan gambar yang jelas. Hal ini akan menolong anak mengerti apa yang mereka lihat dan juga pelan-pelan belajar membaca kata.
3. Beli kaset/VCD/DVD berbahasa asing. Akan lebih mudah untuk anak balita menangkap bahasa asing daripada di kemudian hari.
4. Beli software komputer untuk anak balita. Banyak software yang melatih kemahiran menggunakan keyboard karena sebelum berusia 2,5 tahun anak cenderung sulit menggunakan mouse.
5. Beli huruf abjad yang terbuat dari plastik dan simpan di kamar mandi. Setiap kali mandi, perkenalkan huruf baru dan lakukan berulang-ulang hingga anak hafal. Dengan cara itu, pelan-pelan anak akan mulai belajar adanya hubungan antara berbicara dan menulis di dalam bahasa.
6. Selalu lakukan pengulangan. Banyak orang tua merasa frustrasi jika anaknya berulang-ulang membaca satu halaman di buku yang sama atau menonton film/VCD yang itu-itu saja. Jangan sebal dan panik! Ini merupakan suatu bagian penting di mana anak mengenal proses informasi.
7. Beli huruf-huruf dan angka-angka yang terbuat dari magnit. Hal ini memungkinkan anak bermain sambil belajar di depan lemari es. Kenalkan kata-kata yang baru setiap minggu.
8. Bacakan suatu cerita setiap hari. Baca dengan intonasi dan ekspresi seperti kita sedang bermain drama.
9. Ingat, pendidikan jasmani berhubungan langsung dengan pendidikan akademis. Penelitian menunjukkan, perkembangan otak juga berhubungan erat dengan pendidikan jasmani, seperti merangkak sebelum usia 1 tahun. Jika Anda dan si balita sering melakukan aneka kegiatan olahraga bersama, hal ini dapat membantu menambah perkembangan fisik serta otak anak. Entah itu berlari-lari, naik kuda, berenang, dan lainnya.
10. Beli satu set pelajaran dan pendidikan untuk anak balita. Termasuk di dalamnya buku-buku, video, kaset, dan bagaimana caranya mengajarkannya. Baca dan belajarlah berdua anak. Membeli ensiklopedia bergambar khusus untuk anak pun, tak ada salahnya.
taken from
http://myquran.org/forum/index.php/topic,8365.new.html#new
Sunday, 29 October 2006
bersua....
tetap rame diiringi canda....namun tetap serius apabila memperbincangkan sesuatu yang serius...walaupun ujung ujungnya tetap membuat tertawa atau minimal senyum simpul...:)
apalagi kalo udah masalah "strata" dan "pengumuman".....:)
yup..bertemu lagi dengan rekan rekan seperjuangan di kampus dahulu....
teman dikala senang dan susah...
saling menguatkan.....saling mengingatkan...namun tetap tidak lepas dari canda..:)
tak ada yang berubah...kecuali ada beberapa yang kondisi "tubuhnya"...( wah fisik neh...) mengalami sedikit perubahan....
ngga berpengaruh antara yang udah nikah ataupun yang belom nikah tentang perubahan kondisi tubuh ini...(emang apa korelasinya...? )
bertemu dengan rekan rekan seperjuangan di kampus...adalah saat saat menyenangkan..
mau tidak mau pikiran pun terbang melayang ke masa masa indah di kampus...
teringat lagi dengan amanah yang menumpuk.....tugas kuliah yang menggunung...."kompen" yang membengkak...atau otak yang pusing mikirin bayar uang kost .....
atai teringat lagi tentang...cuci piring....angkat kompor....nampan nasi....bis tronton...TOA.....pembicara....jumlah peserta...TOR materi....
kalo diingat ingat masa masa itu.....yang akhirnya keluar adalah sebuah senyum...dan lagi lagi menjadi bahan bercandaan kalo tiba tiba nostalgianya keluar lagi...
ikhwah fillah sekalian.....mudah mudahan ukhuwah ini akan terus berjalan...semakin erat detik demi detik.....semakin indah menit demi menit...dan mudah mudahan ukhuwah ini yang akan mempertemukan kita di jannah kelak.....
ukhuwah itu......memang indah........:)
Sunday, 16 July 2006
Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufiq Ismail
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,
Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,
Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,
Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
Wednesday, 10 May 2006
Surga Untuk Ayah Bunda
Dalam puisiku aku pernah menulis: Aku mencintai bunda seperti aku mencintai surga.
Sebenarnya aku tak tahu seindah dan seagung apa surga itu. Tapi apa ada yang lebih indah dari surga dan cinta? Dari kitab suciku dan hadis nabi, aku tahu tak satu pun orang yang lebih tua dariku tahu apa itu surga. Sama sepertiku, mereka yakin, itulah tempat paling indah. Paling agung.
Aku selalu membayangkan tentang surga itu. Itu ada karena cinta Allah yang besar pada hambaNya. Padahal terserah Allah kan kalau Allah tidak mau memberi kita surga. Tapi yang kutahu Allah itu tidak pernah ingkar janji sih.
Aku yakin, kalau aku bisa masuk ke sana, aku bisa mendapatkan yang aku mau. Di surga mungkin aku tak perlu meminta. Kalau aku berpikir tentang pizza atau nasi kuning, maka tiba-tiba di hadapanku sudah ada deh. Sungai-sungai di surga juga banyak. Airnya bisa langsung diminum. Tinggal pilih mau minum apa: susu, soft drink atau capuccino, mocca oreo? Aku suka mocca oreo sama lemon tea.
Di surga tidak ada yang perlu mandi atau buang air. Kan semua bersih dan wangi terus tanpa harus pakai parfum. Ibu-ibu tidak usah mencuci, menyetrika atau memasak. Tidak perlu repot-repot. Pikirkan dan katakan saja. Lalu ting! Muncul deh.
Aku membayangkan surga yang bertingkat-tingkat. Yang mewahnya lebih dari apartemen manapun. Mungkin untuk anak kecil, ada lift yang terbuat dari coklat. Kalau cat coklat lift itu dicolek dan dimakan tidak apa. Nanti tumbuh lagi.
Kalau anak soleh, katanya dapat sayap. Jadi bisa terbang ke sana kemari. Menempel di dinding-dinding surga. Melihat orang-orang baik yang mukanya bercahaya semua. Aku ingin terbang mencari Nabi Muhammad dan Umar . Aku cintaaa sekali sama mereka.
Kubayangkan di surga itu ada panggung yang megah. Aku dan semua orang bisa membaca puisi puji-pujian untuk Allah. Musik di surga seperti apa ya? Pasti lebih indah daripada irama yang pernah kudengar selama ini.
Aku juga jadi ingat si Einstein. Dia membayangkan surga itu adalah perpustakaan raksasa yang dipenuhi banyak buku!.Lucu tapi keren juga. Yang pasti Allah itu Maha Hebat!
Aku ingin sekali masuk surga nanti. Sudah pasti indahnya luar biasa. Tak bisa dibayangkan sebelumnya, begitu kata Nabi. Aku pun ingin ayah bunda masuk ke sana. Nah, aku sudah tahu caranya. Aku harus jadi anak saleh. Soalnya kata Nabi, anak saleh bisa menyelamatkan ayah bunda dari api neraka.
Mengapa aku menulis: aku mencintai bunda seperti surga?
Ya karena aku cinta sekali padanya. Dan supaya aku ingat. Surga sangat mahal. Tak satu mata uang pun yang bisa membelinya. Tidak euro tidak dolar. Tidak juga uang segunung. Tiketnya hanya kesalehan. Tiketnya anak saleh. Dan ini memang susah sekali deh.
Semoga aku bisa, ya Allah. Masuk surga membawa ayah bundaku. Semoga semua orang yang kucintai, yang baik hati juga sampai ke sana. Itulah harapan, doa abadiku.
Amiin
Abdurrahman Faiz
Cinta Yang Tak Rumit dari Faiz
Apa yang menyebabkan kita menyapa atau tidak menyapa, saat bertemu seseorang? Kebanyakan kita menyapa karena kita mengenal atau minimal mengetahui seseorang itu. Bisa juga karena kita menyukai atau menghormati orang tersebut, karena memang kebiasaan, atau punya keperluan. Mungkin juga sekadar basa basi. Apa pun itu, saya belajar banyak soal ini dari seorang anak kecil yang berbeda umur 26 tahun dari saya.
Setiap hari saat berjalan kaki menuju sekolahnya yang tak begitu jauh dari rumah, Faiz akan melewati deretan panjang rumah yang ada di sekitar kami. Empat tahun yang lalu, ketika Faiz masih TK, saya takjub menyaksikan bagaimana cara ia menyapa! Semua tetangga yang kebetulan dilewati atau ditemuinya di jalan, tak akan luput dari teguran ramah disertai senyum lebar Faiz.
“Selamat pagi, Pak, selamat pagi, Bu….”
“Assalaamu’alaikum….”
“Mari Oma, mari Opa…”
“Dari mana, Tante?”
“Wah hari ini Kakak berseri sekali!”
“Mau kuliah, Bang?”
“Eh, ketemu adik cakep. Mau kemana pagi-pagi sudah rapi?”
Dan seterusnya….
Saat ia duduk di kelas
Faiz tertawa. “Tidaklah, Bunda. Aku senang karena senyum dan sapaku mungkin bukan mengawali pagiku saja. Tapi mengawali pagi orang lain. Lagipula senyum itu
Saya nyengir. Pernyataan yang unik dari anak yang waktu itu belum berumur delapan tahun. “Subhanallah. Kalau dihitung dengan uang, sedekahmu mungkin sudah milyaran,” ujar saya sambil mencium pipi Faiz yang memerah.
Setiap kali hadir pada arisan yang diadakan ibu-ibu sekitar rumah, mereka kerap membica
“Waduh, Faiz itu ramah sekali ya, Bu. Kalau bertemu saya selalu menegur lebih dulu, senyumnya manis sekali.”
“Kok bisa seperti itu sih, Bu? Bagaimana men
Saya tersenyum. Bagaimana mengatakannya? Sesungguhnya saya tak pernah men
Terbayang lagi berbagai peristiwa yang terjadi sejak Faiz mulai duduk di bangku SD.
Ketika ia ada di teras rumah, semua pengemis yang lewat selalu dipanggilnya, diajak makan dan minum. “Hari ini di rumah masak sop dan perkedel.” Atau “Bapak mau bawa kopi untuk di jalan biar tidak mengantuk? Mau teh manis dingin?” Ia akan berlari ke kamar, mengambil celengan dan mengeluarkan lembaran kertas dari
Belum lagi, semua tukang jualan, tukang sol sepatu, yang lewat pun disuruh mampir.
Maka di rumah mungil yang kami tempati, tak pernah ada hari di mana kami memasak sekadar pas untuk keluarga. Selalu ada tamu-tamu istimewa yang entah siapa. Faiz mengundang mereka secara tak terduga.
“Ikhlas yaaa, Bunda…,” katanya sambil tersenyum manis.
Lalu apakah ada lagi yang bisa saya ucapkan, meski dengan terbata? Saya hanya mampu memeluk Faiz kuat-kuat.
(Helvy Tiana Rosa) ....
Friday, 24 March 2006
Ayam dan Bebek
Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan: "Kuek! Kuek!""Dengar," kata si istri, "Itu pasti suara ayam."
"Bukan, bukan. Itu suara bebek," kata si suami.
"Nggak, aku yakin itu ayam," si istri bersikeras.
"Mustahil. Suara ayam itu 'kukuruyuuuk!', bebek itu 'kuek! kuek!'
"Itu bebek, Sayang," kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.
"Kuek! Kuek!" terdengar lagi."Nah, tuh! Itu suara bebek," kata si suami.
"Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul," tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.
"Dengar ya! Itu a... da... lah... be... bek,B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?" si suami berkata dengan gusar.
"Tapi itu ayam," masih saja si istri bersikeras."Itu jelas-jelas bue... bek, kamu... kamu...."Terdengar lagi suara, "Kuek! Kuek!" sebelum si suamimengatakansesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.
Si istri sudah hampir menangis, "Tapi itu ayam...."Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupukmata istrinya,dan akhirnya, ingat kenapa dia menikahinya.Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra,"Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok.""Terima kasih, Sayang," kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya."Kuek! Kuek!" terdengar lagi suara di hutan.
Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah: siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka, yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu.
Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele??
Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal "ayam atau bebek"??
Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi prioritas kita.Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek.
Lagi pula, betapa sering kita merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan ternyata kita salah? Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek..atau mungkin suara orang yang menyerupai bebek (di lampu merah banyak yang jual tuh...)...:D:D:D
Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)
Thursday, 2 March 2006
Kepada yang Bunda cintai sepenuh hati
Bagaimana kabarmu sayang.... Bunda harap ananda selalu dalam lindungan ALLAH. Bunda terpaksa menulis surat ini...rasa kangen di dada Bunda ini rasanya sudah tak tertahankan lagi sayang. Bunda minta maaf ... kalau kedatangan surat Bunda ini mengganggu ananda. Maafkan Bunda kalau surat ini membuat ananda malu dengan teman-teman. Sungguh ... tidak ada niat Bunda seperti itu... hanya untuk melepas kangen Bunda sama ananda.
Sayang ... ingin rasanya Bunda menjengukmu kesana. Wajah ananda selalu muncul dalam mimpi Bunda. Tapi niat Bunda itu selalu Bunda kubur dalam-dalam. Hanya satu alasan... Bunda sayang...Bunda ingin anak Bunda bisa mandiri...Bunda ingin anak Bunda bisa merenungi kesendirian tanpa kehadiran Bunda disamping ananda
Anakku yang Bunda sayangi...Bunda bangga dengan ananda. Disaat teman-teman ananda mengisi hari-harinya dengan hura-hura dan bersenda gurau,... anak Bunda justru belajar agama di tempat yang jauh dari Bunda. Sungguh senaaaa....ng sekali hati Bunda ini. Bunda harap ini bisa mendorong ananda menjadi anak yang sholeh.........sebagaimana yang Bunda harapkan ketika Bunda berjuang dengan susah payah melahirkan ananda.............
Ketika wajah lucu ananda yang mungil baru muncul di dunia ini, hanya satu doa Bunda saat itu... “Duhai Allah.... Engkaulah yang menggenggam takdir anakku ini. Aku mohon Ya Allah jadikan anak yang ada dihadapanku sebagai anak yang sholeh ... jadikanlah ia anak yang bisa membahagiakanku kelak di hadapan-Mu ya Allah. Pertemukanlah kami kelak di surgaMu ya Allah. Jangan engkau pisahkan kami ya Allah. Jangan Engkau pisahkan kami ya Allah. Jangan Kau biarkan aku memasuki surgaMu tanpa anak ini disampingku”...........
Sampai sekarang Bunda selalu ulang – ulang do’a Bunda itu. Bunda sangat berharap doa Bunda itu menjadi kenyataan. Dan sekarang Bunda mulai yakin bahwa anak Bunda adalah anak yang sholeh. Kesediaan ananda untuk bekerja dan berda’wah membuat Bunda yakin bahwa do’a itu akan menjadi kenyataan. Sungguh bahagiaaaaaa ... sekali hati Bunda ini
Anakku yang sholeh... Bunda tidak tahu lagi berapa lama lagi Bunda diberi kepanjangan umur oleh Allah. Bunda merasa Bunda sudah tua. Bunda merasa malaikat maut tidak lama lagi akan datang menjemput Bunda. Mungkin surat ini surat terakhir Bunda untuk ananda. Mungkin ketika ananda pulang, Bunda sudah tidak ada lagi di rumah. Maafkan Bunda sayang... kalau selama ini Bunda banyak salah sama ananda. Maafkan Bunda kalau Bunda sering marah dengan ananda. Nyuruh nanda ngaji, belajar, puas, sholat yang mungkin ananda merasa nggak suka. Jangan dendam sama Bunda ya sayang. Bantu Bunda dengan doa-doamu ya sayang. Hanya doa yang Bunda harapkan dari ananda. Hanya doa ananda, amal jariyah dan kerja da’wah Bunda dan ananda selama ini yang dapat meringankan beban Bunda di hadapan Allah
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Dari Bundamu
Monday, 6 February 2006
ikhwan..ohh...ikhwan...
Apa bedanya dengan si Marwan
Si Ali, Paiji, atau si Iwan
oh..ternyata cuma sebutan...
Oh..Ikhwan..
Walaupun tidak rupawan
Alias modal tampang pas-pasan
tetep aja tebar senyuman....:)
Oh..Ikhwan...
Gayanya sih bisa ketebak dan kelihatan..
Jenggot melambai, baju koko dan sendal jepit usang
Sesekali komat kamit sambil jalan....
Ohh..ikhwan..
Nyarinya susah susah gampang
Kadang di masjid, kampus or sekolahan
Mungkin juga lagi nyari sampingan
Nggak taunya buat biaya walimahan... :):):)
Oh..ikhwan.
Ngomonginnya masalah aksi dan kepartaian
Juga liqo'an dan hapalan..
Kata orang "Nggak ada bahasan yang lain, wan??? "
Oh Ikhwan...
Anehnya kalo lagi jalan
Ngukurin tanah apa ngitungin lantai sih, wan??
oh...ternyata dia jaga pandangan....!!!!
Ikhwan...ikhwan...
Lucunya kalo akhwat sedang berpapasan
Langsung minggir..acuh tak acuh kaya' musuhan
(Gubrak....!!!! apaan tuh, wan??? )
Eh..dia jatuh, kagak ngeliat ada selokan.... :) :) :)
oh..ikhwan..., apa semuanya begitu, wan???
Ada nggak yang masih tebar pesona dan jelalatan???
berarti itu bukan ikhwan, (kan cuma sebutan..?!! )
Nah para akhwat...hati hati..mungkin dia nyari pasangan.. :) :)
( hehe2, cuma intermezzo..jangan marah lo wan....)
tapi itu katanya jaman dulu, udah agak basi...
nah ini nih yang buat jaman sekarang.....
ooh...ikhwan sekarang...gayanya necis bak eksekutif..
katanya sih biar mewarnai kaum borjuis
potong jenggot dengan alasan ngga modis....
ooh..ikhwan sekarang.......mulut komat kamit kirain dzikir...
Monday, 23 January 2006
Nasihat Qur'ani tentang Pernikahan
prayoga.net -
Bagi mereka yg mencari Mawaddah (kasih), Sakinah (ketentraman) dan Rahmah (sayang) dalam Keluarga.
Bismillahirrahmaanirahiim
Dengan kerendahan hati mari kita simak pesan2 Al-qur'an tentang tujuan hidup yang sebenarnya
Nasehat ini untuk semuanya ...........
Untuk mereka yang sudah memiliki arah.........
Untuk mereka yang belum memiliki arah.........
dan untuk mereka yang tidak memiliki arah
Nasehat ini untuk semuanya.......
Semua yang menginginkan kebaikan....
Saudara/i ku.............
Nikah itu ibadah.......Nikah itu suci,ingat itu......
Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena kecantikan, bisa karena keturunan dan bisa karena agama.
Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan............
karena semua itu akan menyebabkan celaka...
Jadikan agama sebagai alasan........Engkau akan mendapatkan kebahagiaan..
Saudaraku..........
Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta........
Namun......jika cinta engkau jadikan sebagai landasan, maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
Jadikanlah " ALLOH " sebagai landasan......Niscaya engkau akan selamat
Tidak saja dunia, tapi juga akherat.......
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan......Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.
Saudaraku...........
Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam "istanamu"...... disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan.......
Jika ini kau lakukan " istanamu " tidak akan langgeng.....
Lihatlah manusia ter-agung Rasulullah saw.... tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan sorban, karena sang istri tercinta tidakmendengar kedatangannya.
Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan tersaji dihadapannya ketika lapar........
Menjahit bajunya yang robek........
Saudariku.........Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam "istanamu "........
Disayang, dimanja dan dilayani suami......
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu........
Jika itu engkau lakukan " istanamu " akan menjadi neraka bagimu
Saudaraku............
Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu.........
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu......
Jika itu engkau lakukan akan celaka....
Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih,
tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah.....
Lihatlah bagaimana Allah menegur " Nabi "-mu
tatkala mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karena menuruti kemauan sang istri.
Tegaslah terhadap istrimu.................
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah.......
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya........
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth...........
Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang.....
Istrimu bisa menjadi musuhmu...........
Didiklah istrimu........
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim.
Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya......
Jadikan dia sebagai Khadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang suami Rasulullah saw menerima tugas risalah.....
Istrimu adalah tanggung jawabmu....
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah.....
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah....
Biarkan mereka menjadi Hajar atau Maryam........
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu...
Saudariku.......
Jika engkau menjadi istri.........Jangan engkau paksa suamimu menurutimu......
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah......
siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami.....
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya....
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.
Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu....
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu....
Jika itu kau lakukan.....Kecintaannya terhadapmu akan memaksanya menjadi pendurhaka................jangan..........
Saudaraku........Jika engkau menjadi Bapak......
Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah bapak yang kasih seperti Rasulullah saw
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah..........
Ajaklah mereka taat kepada Allah.......
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti.......
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat.......
Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan'an yang durhaka.
Mohonlah kepada Allah..........
Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang shalih.....
Anak yang bisa membawa kebahagiaan.
Saudariku........Jika engkau menjadi ibu....
Jadilah engkau ibu yang bijak, ibu yang teduh....
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu....
Jadikanlah mereka mujahid.........
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah.....
Jangan biarkan mereka bermanja-manja.....
Jangan biarkan mereka bermalas-malas..........
Siapkan mereka untuk menjadi hamba yang shalih....
Hamba yang siap menegakkan Risalah Islam...
AAAMIIN