Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh...
fiuhh....dah lama juga ngga menyentuh blog ini....hmm......terakhir posting sebelum nikah....hehe
sesudah nikah kok jadi males ngisi blog lagi ya???
ah..mudah mudahan bukan karena menurunnya semangat yg akhirnya mengurangi minat untuk mengisi blog ini....mungkin karena masuk dalam masa transisi....sebab pernikahan adalah sebuah peristiwa yg besar...yg merubah kehidupan kita..status kita......bahkan kedewasaan kita dalam mengarungi hidup ini........
special yg sudah mengunjungi "rumah" saya ini..saya haturkan terima kasih atas perhatian dan kunjungannya.......
wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuuh
Friday, 23 December 2005
Friday, 17 June 2005
tetaplah disini.....
Tetaplah disini saudara/i ku...........
Dijalan keimanan ini........dijalan keislaman ini................
Tetaplah bersama-sama meniti jalan ini.........sampai usai.............
Kita semua mungkin sudah letih....
Karena perjalanan ini amat panjang dan berliku......
Tapi .... bersiaplah disini.......
Jangan sekali-kali kita menjauh......
Yakinlah kenikmatan pengorbanan yang kita teguk di jalan ini....
Jauh lebih banyak ... ketimbang yang dilakukan orang-orang lalai itu ......
Keindahan disini.... jauh lebih indah dari pada keindahan yang dibanggakan oleh orang-orang lalai itu
Saudara/i ku ...................
Kita memperoleh puncak obsesi dan keinginan disaat kita mendapatkan ujian....
Keinginan kita adalah apa yang dapat kita berikan untuk ISLAM dan kaum muslimin......
Kegembiraan kita adalah bagaimana melihat hasil perjuangan da’wah kepada ummat.....
Obsesi kita adalah bagaimana bisa berbuat lebih banyak untuk ummat.....
Terangilah hati dan jiwa kita untuk tetap bersama... Saudara/i ku....
Karena dengan itu eksistensi ukhuwah akan lebih terasa dan lebih indah......
Hapuslah dzhon-dzhon yang ada dalam diri kita semua..............
Jangan cepat menyerah, putus asa, frustasi, apalagi cepat marah ......
Karena itu semua tak pernah membawa kita untuk mencapai kedudukan yg lebih tinggi....
Bukankah semua posisi yang lebih mulia selalu dicapai lewat pengorbanan yang luar biasa ????........
Tetaplah disini saudara/i ku...........
Tetaplah di jalan ini .... jalan keislaman ......... jalan keimanan..........
Tetaplah di jalan ini..........
Walau hati ini perih........walau jasad ini sakit....
Tetaplah di jalan ini ..............
Walau remuk tulang-tulang kita........ walau runtuh sendi-sendi kita.........walau habis cucuran keringat darah dan air mata kita.............
Tetaplah di jalan da’wah ini............
Walau berkorban perasaan .............. walau pahit menerima kenyataan.........
Saudara/i ku..................
Jalan yang kita tempuhi memang berat.........penuh dengan tantangan, hambatan, ancaman ,godaan......
Banyak yang kita temui di jalan ini........
Yang meninggikan asa dan harap kita..............
Namun terkadang menghempaskan batin dan jiwa kita.............
Akan banyak yang kita temukan........idealisme dan realitas bertempur, berperang, jauh masuk ke relung hati kita..............
Hingga akhirnya jiwa kita harus mengalah...apabila realitas jauh dari angan........
Tetaplah disini Saudara/i ku................
Kita akan memulai perjalanan yang lebih mendaki dan terjal...............
Tapi disanalah kita berharap bisa merasakan kenikmatan yang kita idam-idamkan.............
Maka ucapkanlah “Alhamdulillah” atas semua keadaan yang kita alami.........
Meski kebersamaan ini sungguh menguras keringat dan meletihkan sendi-sendi.....
“After Battlefield”
Memori Rihlah FORMAT ‘99
29 Agustus 2004-08-30 TMII
Dijalan keimanan ini........dijalan keislaman ini................
Tetaplah bersama-sama meniti jalan ini.........sampai usai.............
Kita semua mungkin sudah letih....
Karena perjalanan ini amat panjang dan berliku......
Tapi .... bersiaplah disini.......
Jangan sekali-kali kita menjauh......
Yakinlah kenikmatan pengorbanan yang kita teguk di jalan ini....
Jauh lebih banyak ... ketimbang yang dilakukan orang-orang lalai itu ......
Keindahan disini.... jauh lebih indah dari pada keindahan yang dibanggakan oleh orang-orang lalai itu
Saudara/i ku ...................
Kita memperoleh puncak obsesi dan keinginan disaat kita mendapatkan ujian....
Keinginan kita adalah apa yang dapat kita berikan untuk ISLAM dan kaum muslimin......
Kegembiraan kita adalah bagaimana melihat hasil perjuangan da’wah kepada ummat.....
Obsesi kita adalah bagaimana bisa berbuat lebih banyak untuk ummat.....
Terangilah hati dan jiwa kita untuk tetap bersama... Saudara/i ku....
Karena dengan itu eksistensi ukhuwah akan lebih terasa dan lebih indah......
Hapuslah dzhon-dzhon yang ada dalam diri kita semua..............
Jangan cepat menyerah, putus asa, frustasi, apalagi cepat marah ......
Karena itu semua tak pernah membawa kita untuk mencapai kedudukan yg lebih tinggi....
Bukankah semua posisi yang lebih mulia selalu dicapai lewat pengorbanan yang luar biasa ????........
Tetaplah disini saudara/i ku...........
Tetaplah di jalan ini .... jalan keislaman ......... jalan keimanan..........
Tetaplah di jalan ini..........
Walau hati ini perih........walau jasad ini sakit....
Tetaplah di jalan ini ..............
Walau remuk tulang-tulang kita........ walau runtuh sendi-sendi kita.........walau habis cucuran keringat darah dan air mata kita.............
Tetaplah di jalan da’wah ini............
Walau berkorban perasaan .............. walau pahit menerima kenyataan.........
Saudara/i ku..................
Jalan yang kita tempuhi memang berat.........penuh dengan tantangan, hambatan, ancaman ,godaan......
Banyak yang kita temui di jalan ini........
Yang meninggikan asa dan harap kita..............
Namun terkadang menghempaskan batin dan jiwa kita.............
Akan banyak yang kita temukan........idealisme dan realitas bertempur, berperang, jauh masuk ke relung hati kita..............
Hingga akhirnya jiwa kita harus mengalah...apabila realitas jauh dari angan........
Tetaplah disini Saudara/i ku................
Kita akan memulai perjalanan yang lebih mendaki dan terjal...............
Tapi disanalah kita berharap bisa merasakan kenikmatan yang kita idam-idamkan.............
Maka ucapkanlah “Alhamdulillah” atas semua keadaan yang kita alami.........
Meski kebersamaan ini sungguh menguras keringat dan meletihkan sendi-sendi.....
“After Battlefield”
Memori Rihlah FORMAT ‘99
29 Agustus 2004-08-30 TMII
Tuesday, 19 April 2005
Buat Para Ukhtiku...
Menunggu memang melelahkan jiwa. Pangeran yang dinanti pun entah di mana gerangannya. Namun... Tidaklah sebanding artinya kalau kau gadaikan aqidah hanya karena gundah gulana
Bukankah kekanda kelak juga ada di surga? Lalu mengapa tak tunggu saja ia datang berkereta kencana bertahta emas permata?
***
Kesepian memang kadang menyakitkan, menoreh setiap senyum dan tawa, serta menciptakan riak anak sungai di sudut mata. Sedih dan pedih silih berganti kunjung mengunjungi. Pupus segala harap, melukai semua impian yang kadang memabukkan. Hingga, jiwa yang rapuh menciptakan serpihan kegelisahan yang memilukan.
Saat temaram rembulan menyuguhkan hidangan, terlintas sekelebat bayang. Disibaknya kegelapan, namun entah di mana ia berada. Kecewa, hingga guratan keresahan menyibukkan kelamnya malam. Kebisuan yang menusuk-nusuk membuat kedukaan semakin berat, bahkan menghujamkan akal dan aqidah. Air mata semakin deras tumpah, lelah, tubuh pun mencoba rebah. Namun jiwa ini lemah, bening air yang coba dibendungnya kembali menerobos kelopak mata, ke pipi, hingga membasahi sarung bantal dan kapuk di dalamnya.
Cinta...Entah berapa banyak pahlawan yang tercipta karenanya, namun cinta juga kadang melahirkan para pecundang. Ia laksana kobaran api yang berasal dari setitik bara, menyuluh, namun dapat pula membakar. Impian karena cinta membuat hati dan raga terselimuti bahagia, memompa harapan yang keluar masuk melalui butiran darah.
Mengharapkan belahan jiwa yang siap mendampingi saat tawa dan air mata, hingga terbentang siluet istimewanya seorang wanita yang telah menikah, mengandung, dan melahirkan si kecil dengan selimut kasih sayang, penuh luapan cinta.Namun, impian berbeda dengan kenyataan. Sepi semakin menggerogoti hari, sendiri dan masih saja sendiri.
Duhai belahan hati, entah di mana kekanda bersembunyi.Cinta dan impian untuk membentuk sebuah keluarga memang begitu indah. Namun tatkala ia belum menyapa janganlah membuat gundah dan resah, bahkan merubah pandangan terhadap Sang Pemilik Cinta.
Kegelisahan jangan pula membuatmu menggadaikan aqidah, karena sungguh itu adalah harta yang tak ternilai harganya.Tak ada yang dapat membelinya, apalagi dengan basa-basi cinta yang menyelubungi halleluyah.
Cinta yang membara tak akan dapat menghapus ketentuan Allah Subhanahu wa Ta'ala, "Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu'min) sebelum mereka beriman..." [Al Baqarah: 221].
Cinta akan membentuk sebuah keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah karena kesamaan iman dan aqidah, dalam naungan ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jangan biarkan sedikitpun celah hatimu terbuka dengan cinta berselubung halleluyah, karena cinta seperti itu akan meranggas aqidah.
Pernikahan dengan keyakinan yang berbeda, tak akan melahirkan ketenteraman jiwa, karena ia adalah zina. Kelak, dapatkah engkau menjawab saat anakmu bertanya mengapa ayah selalu pergi setiap hari Minggu, sedangkan dirimu rukuk dan sujud? Bisakah engkau menjelaskan saat anak laki-lakimu bertanya, mengapa ayah tidak menghadiri sholat Jum'at padahal dirimu berbicara panjang lebar tentang kewajiban menunaikannya? Atau, mengapa ayah tidak mengucapkan bismillah tapi atas nama Bapa, Putera dan Roh Kudus? Juga, mengapa Tuhannya ayah ada 3 sedangkan dirimu selalu mengucapkan ahad... ahad... ahad...?
Mampukah engkau menjelaskan semua itu dan banyak pertanyaan lagi dari buah hatimu? Bahkan, sanggupkah engkau menahan murkanya Allah Subhanahu wa Ta'ala?Duhai jiwa yang lelah...Saat tanya beruntun mengetuk jiwa, di manakah gerangan kekanda berada, kembalilah kepada Sang Pemilik Rahasia. Lantunkan munajat dan do'a, mohon tetapkan iman untuk selalu terhatur kepadaNya. Jadikan hati ini selalu ikhlas serta rela atas setiap keputusan.
As'alukallahummar ridha ba'dal qadha, wa burdal 'iisyi ba'dal maut, wa ladzdzatan nazhori ila wajhika, wa syauqon ila liqaa'ika. Ya Allah, aku mohon kerelaan atas setiap keputusanMu, kesejukan setelah kematian, dan kelezatan memandang wajahMu serta kerinduan berjumpa denganMu.
Mohonkan juga kepadaNya, agar Ia menguatkan niat dan azzam kepada lelaki yang belum menikah untuk segera menyempurnakan setengah agama, sehingga dirimu serta pasangan jiwa tercinta dapat bersama membangun sebuah istana kecil nan indah dalam naungan ridho-Nya.Sabar dan besarkan jiwa.
Kalaulah Allah Subhanahu wa Ta'ala menakdirkan dirimu sebagai lajang di dunia fana, yakinlah di surga ada kekanda yang setia menunggu hingga saatnya tiba. Kuatkan hati, tegar dan selalu tegar, karena dirimu memiliki harta yang tak ternilai harganya, ialah aqidah.WaLlahua'lam bi shawab.
Bukankah kekanda kelak juga ada di surga? Lalu mengapa tak tunggu saja ia datang berkereta kencana bertahta emas permata?
***
Kesepian memang kadang menyakitkan, menoreh setiap senyum dan tawa, serta menciptakan riak anak sungai di sudut mata. Sedih dan pedih silih berganti kunjung mengunjungi. Pupus segala harap, melukai semua impian yang kadang memabukkan. Hingga, jiwa yang rapuh menciptakan serpihan kegelisahan yang memilukan.
Saat temaram rembulan menyuguhkan hidangan, terlintas sekelebat bayang. Disibaknya kegelapan, namun entah di mana ia berada. Kecewa, hingga guratan keresahan menyibukkan kelamnya malam. Kebisuan yang menusuk-nusuk membuat kedukaan semakin berat, bahkan menghujamkan akal dan aqidah. Air mata semakin deras tumpah, lelah, tubuh pun mencoba rebah. Namun jiwa ini lemah, bening air yang coba dibendungnya kembali menerobos kelopak mata, ke pipi, hingga membasahi sarung bantal dan kapuk di dalamnya.
Cinta...Entah berapa banyak pahlawan yang tercipta karenanya, namun cinta juga kadang melahirkan para pecundang. Ia laksana kobaran api yang berasal dari setitik bara, menyuluh, namun dapat pula membakar. Impian karena cinta membuat hati dan raga terselimuti bahagia, memompa harapan yang keluar masuk melalui butiran darah.
Mengharapkan belahan jiwa yang siap mendampingi saat tawa dan air mata, hingga terbentang siluet istimewanya seorang wanita yang telah menikah, mengandung, dan melahirkan si kecil dengan selimut kasih sayang, penuh luapan cinta.Namun, impian berbeda dengan kenyataan. Sepi semakin menggerogoti hari, sendiri dan masih saja sendiri.
Duhai belahan hati, entah di mana kekanda bersembunyi.Cinta dan impian untuk membentuk sebuah keluarga memang begitu indah. Namun tatkala ia belum menyapa janganlah membuat gundah dan resah, bahkan merubah pandangan terhadap Sang Pemilik Cinta.
Kegelisahan jangan pula membuatmu menggadaikan aqidah, karena sungguh itu adalah harta yang tak ternilai harganya.Tak ada yang dapat membelinya, apalagi dengan basa-basi cinta yang menyelubungi halleluyah.
Cinta yang membara tak akan dapat menghapus ketentuan Allah Subhanahu wa Ta'ala, "Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu'min) sebelum mereka beriman..." [Al Baqarah: 221].
Cinta akan membentuk sebuah keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah karena kesamaan iman dan aqidah, dalam naungan ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jangan biarkan sedikitpun celah hatimu terbuka dengan cinta berselubung halleluyah, karena cinta seperti itu akan meranggas aqidah.
Pernikahan dengan keyakinan yang berbeda, tak akan melahirkan ketenteraman jiwa, karena ia adalah zina. Kelak, dapatkah engkau menjawab saat anakmu bertanya mengapa ayah selalu pergi setiap hari Minggu, sedangkan dirimu rukuk dan sujud? Bisakah engkau menjelaskan saat anak laki-lakimu bertanya, mengapa ayah tidak menghadiri sholat Jum'at padahal dirimu berbicara panjang lebar tentang kewajiban menunaikannya? Atau, mengapa ayah tidak mengucapkan bismillah tapi atas nama Bapa, Putera dan Roh Kudus? Juga, mengapa Tuhannya ayah ada 3 sedangkan dirimu selalu mengucapkan ahad... ahad... ahad...?
Mampukah engkau menjelaskan semua itu dan banyak pertanyaan lagi dari buah hatimu? Bahkan, sanggupkah engkau menahan murkanya Allah Subhanahu wa Ta'ala?Duhai jiwa yang lelah...Saat tanya beruntun mengetuk jiwa, di manakah gerangan kekanda berada, kembalilah kepada Sang Pemilik Rahasia. Lantunkan munajat dan do'a, mohon tetapkan iman untuk selalu terhatur kepadaNya. Jadikan hati ini selalu ikhlas serta rela atas setiap keputusan.
As'alukallahummar ridha ba'dal qadha, wa burdal 'iisyi ba'dal maut, wa ladzdzatan nazhori ila wajhika, wa syauqon ila liqaa'ika. Ya Allah, aku mohon kerelaan atas setiap keputusanMu, kesejukan setelah kematian, dan kelezatan memandang wajahMu serta kerinduan berjumpa denganMu.
Mohonkan juga kepadaNya, agar Ia menguatkan niat dan azzam kepada lelaki yang belum menikah untuk segera menyempurnakan setengah agama, sehingga dirimu serta pasangan jiwa tercinta dapat bersama membangun sebuah istana kecil nan indah dalam naungan ridho-Nya.Sabar dan besarkan jiwa.
Kalaulah Allah Subhanahu wa Ta'ala menakdirkan dirimu sebagai lajang di dunia fana, yakinlah di surga ada kekanda yang setia menunggu hingga saatnya tiba. Kuatkan hati, tegar dan selalu tegar, karena dirimu memiliki harta yang tak ternilai harganya, ialah aqidah.WaLlahua'lam bi shawab.
wanita...
Dia yang diambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi. Dialah penolongmu yang sepadan, bukan sparing partner yang sepadan.
Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu.
Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki : perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal sepele...hingga ketika laki-laki tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya...sehingga tanpa kau sadari ketika kau menjalankan sisa hidupmu... kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.
Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan. Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki... tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi.... tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi.
Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya... kata-kata yang lembut... ungkapan-ungkapan sayang yang sepele... namun baginya sangat berarti... membuatnya aman di dekatmu....
Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut tidak mudah tu! mbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang... seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun.
Ia lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang. Jika lelaki berpikir tentang perasaan wanita, itu sepersekian dari hidupnya.... tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya...Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki- laki, karena perempuan adalah bagian dari laki-laki... apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu. Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga. Sekalipun ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan dibesarkan di sana.... karena mere! ka, ia menjadi seperti sekarang ini. Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga... karena kau dan dia adalah satu.... dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya. Ketika pertandingan dimulai, pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu.
Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu.
Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki : perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal sepele...hingga ketika laki-laki tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya...sehingga tanpa kau sadari ketika kau menjalankan sisa hidupmu... kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.
Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan. Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki... tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi.... tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi.
Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya... kata-kata yang lembut... ungkapan-ungkapan sayang yang sepele... namun baginya sangat berarti... membuatnya aman di dekatmu....
Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut tidak mudah tu! mbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang... seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun.
Ia lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang. Jika lelaki berpikir tentang perasaan wanita, itu sepersekian dari hidupnya.... tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya...Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki- laki, karena perempuan adalah bagian dari laki-laki... apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu. Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga. Sekalipun ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan dibesarkan di sana.... karena mere! ka, ia menjadi seperti sekarang ini. Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga... karena kau dan dia adalah satu.... dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya. Ketika pertandingan dimulai, pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu.
kala cinta bersemi
Kala Cinta Bersemi
Di mana aja, kapan aja, dan siapa aja dijamin nggak akan bisa lolos dari serangan virus yang satu ini. Bukan DBD, Flu Bu-rung, atau Worm. Tapi virus yang kekuatannya bisa bikin sang pejuang mati-matian ngapalin lagu melankolis First Love -nya Nika Costa atau Shoulder to Cry On -nya Tommy Page. Meski nilai bahasa Inggris di raportnya delapan ngakak alias 3! Pede banget kan?
Yup. Virus yang dikenal dengan julukan virus merah jambu (VMJ) pembangkit rasa cinta ini kagak ada matinya. Malah mungkin kita berharap nggak mati-mati. Coz , hidup kita bakal terasa garing bin monoton tanpa kehadiran cinta. Baik cinta kepada yang Maha Pencipta maupun kepada lawan jenis. Ali bin Abdah berkata, “tak mungkin seseorang menghindar dari cinta, kecuali orang yang kasar perangainya, kurang waras, atau tidak mempunyai gairah.” Maka berbahagialah orang-orang yang masih bisa mencintai dan dicintai. Ciee….Aa Gym banget neh!
Bener sobat, nggak lengkap rasanya jadi manusia kalo kita nggak bisa mencintai dan dicintai. Karena ini fitrah. Jadi wajar aja kalo virus ini merajalela mencari mangsa di setiap kesempatan. Maka di kalangan selebritis dikenal istilah ‘cilok' alias cinta lokasi. Sebutan untuk pasangan seleb yang terlibat jalinan asmara karena sering ketemu di lokasi syuting. Ssttt….jangan bilang-bilang ya. Ternyata di kalangan aktivis dakwah juga ada ‘cilok' lho. Hah?! Masa' sih? Beneran. Cuma di kalangan jilbaber en jenggot simpatik ini, ‘cilok' berubah menjadi ‘CBSA'. Mentang-mentang mayoritas pelajar. Do you know CBSA? Ini nih: Cinta Bersemi Saat Aktif . (ehm..ehm..KLBK euy!)
Tapi jangan salah, meski ‘Cilok' dan ‘CBSA' sama-sama mengandung unsur cinta, tapi keduanya tetep beda. Kalo ‘CBSA', lebih terjaga dari kontaminasi. Sementara ‘cilok' lebih kepada cinta yang ternodai. Ups! So, kalo kamu pengen tahu lebih banyak tentang CBSA, kamu bisa tanya guru SD masing-masing. Tapi, kalo penasaran ama ‘CBSA', kamu dah bener kalo baca Studia kali ini. Yuuuuk!
Romantika aktivis dakwah
Sobat muda muslim, kalo mengamati pergaulan para aktivis dakwah mungkin ada beberapa pertanyaan yang mampir di benak kita. Apalagi keseharian mereka yang gaul ama sesamanya. Cewek ama cewek. Cowok ama cowok. Kesannya antilawan jenis banget. Apa mereka steril dari rasa cinta? Apa yang ada dalam benak mereka cuma dakwah doang? Apa menjadi aktivis dakwah kudu punya antivirus untuk menghadang VMJ? Apa-apanya dong…eh, kok jadi lagu sih? Nggak usah dibikin pusing, sampe nyanyiin lagu Nek Titik Puspa gitu.
Para aktivis dakwah itu sama aja kayak kita. Sejenis manusia yang punya rasa cinta. Cuma bedanya, mereka nggak show of forces untuk urusan ini. Apalagi sampe deklarasi segala di acara reality show Katakan Cinta atau Playboy Kabel . Nggak lah yauw. Mereka punya prinsip yang bagi sebagian orang terdengar ‘aneh' dalam hal pengungkapan rasa cinta. Anti-pacaran en nggak phobi ama nikah dini. Catet ya! Nah, masalah-nya, kita sering bertanya-tanya, gimana mung-kin bisa terjalin rasa cinta di antara mere-ka kalo mereka sendiri anti-gaul bebas. Bukankah gaul bebas itu terbukti menjadi media subur untuk memupuk rasa cinta kepada lawan jenis? Eit, jangan salah. Nggak gaul bebas bukan berarti nggak berinteraksi dengan lawan jenis. Emangnya penghuni dunia dakwah cuma satu jenis? Tetep, aktivitas dakwah juga meng-haruskan mereka berhubungan dengan lawan jenis. Apalagi yang tergabung dalam sebuah organisasi. Kudu ada konsolidasi dakwah. Inget-inget tuh!
Sebagai aktivis dakwah, tentu konsolidasi itu mengharuskan pihak ikhwan (muslim) menjalin kerjasama dengan para anggota ‘diva' alias divisi akhwat (muslimah). Saling tukar informasi. Rapat bulanan untuk evaluasi kinerja dakwah sekaligus planning untuk masa mendatang. Sampe tergabung dalam kepani-tiaan acara. Dan nggak mungkin kegiatan kayak di atas dilakukan tanpa adanya pertemuan. Walau mungkin rapat bisa aja pake fasilitas teleconference . Tapi itu pasti bakal menyedot banyak biaya. Bisa-bisa acaranya nggak jadi digelar gara-gara nggak ada biaya. Berabe kan?
Nah, dari seringnya pertemuan itulah bisa menyita perhatian khusus antar aktivis. Meski nggak terungkap, VMJ tengah mengamati mangsa yang hendak diburu. Satu sama lain saling menyimpan rasa kagum. Dari sinilah tumbuh perasaan simpati, empati, yang seterusnya bisa bikin jatuh hati. Walau hanya tersimpan rapi dalam diary atau menghiasi relung hati. Intinya, malu-malu tapi mau! Proses tumbuh dan mewabahnya VMJ di kalangan aktivis, nggak jauh beda dengan ‘cilok' ala seleb. Cinta bersemi saat aktif dalam dakwah.
Makanya kita nggak usah ragu bin worried untuk jadi seorang aktivis dakwah. Pergaulan mereka yang terkesan anti-lawan jenis, hanya salah satu cara buat nunjukkin kalo Islam juga punya aturan maen dalam pergaulan. Justru kita kudu bangga jadi aktivis. Karena untuk urusan jodoh, Allah bakal ngasih pasangan hidup yang ‘qualified' buat para aktivis pengemban dakwah yang istiqomah. Firman Allah Swt: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang (baik) pula.” (QS an-Nûr [24]: 26)
Di mana aja, kapan aja, dan siapa aja dijamin nggak akan bisa lolos dari serangan virus yang satu ini. Bukan DBD, Flu Bu-rung, atau Worm. Tapi virus yang kekuatannya bisa bikin sang pejuang mati-matian ngapalin lagu melankolis First Love -nya Nika Costa atau Shoulder to Cry On -nya Tommy Page. Meski nilai bahasa Inggris di raportnya delapan ngakak alias 3! Pede banget kan?
Yup. Virus yang dikenal dengan julukan virus merah jambu (VMJ) pembangkit rasa cinta ini kagak ada matinya. Malah mungkin kita berharap nggak mati-mati. Coz , hidup kita bakal terasa garing bin monoton tanpa kehadiran cinta. Baik cinta kepada yang Maha Pencipta maupun kepada lawan jenis. Ali bin Abdah berkata, “tak mungkin seseorang menghindar dari cinta, kecuali orang yang kasar perangainya, kurang waras, atau tidak mempunyai gairah.” Maka berbahagialah orang-orang yang masih bisa mencintai dan dicintai. Ciee….Aa Gym banget neh!
Bener sobat, nggak lengkap rasanya jadi manusia kalo kita nggak bisa mencintai dan dicintai. Karena ini fitrah. Jadi wajar aja kalo virus ini merajalela mencari mangsa di setiap kesempatan. Maka di kalangan selebritis dikenal istilah ‘cilok' alias cinta lokasi. Sebutan untuk pasangan seleb yang terlibat jalinan asmara karena sering ketemu di lokasi syuting. Ssttt….jangan bilang-bilang ya. Ternyata di kalangan aktivis dakwah juga ada ‘cilok' lho. Hah?! Masa' sih? Beneran. Cuma di kalangan jilbaber en jenggot simpatik ini, ‘cilok' berubah menjadi ‘CBSA'. Mentang-mentang mayoritas pelajar. Do you know CBSA? Ini nih: Cinta Bersemi Saat Aktif . (ehm..ehm..KLBK euy!)
Tapi jangan salah, meski ‘Cilok' dan ‘CBSA' sama-sama mengandung unsur cinta, tapi keduanya tetep beda. Kalo ‘CBSA', lebih terjaga dari kontaminasi. Sementara ‘cilok' lebih kepada cinta yang ternodai. Ups! So, kalo kamu pengen tahu lebih banyak tentang CBSA, kamu bisa tanya guru SD masing-masing. Tapi, kalo penasaran ama ‘CBSA', kamu dah bener kalo baca Studia kali ini. Yuuuuk!
Romantika aktivis dakwah
Sobat muda muslim, kalo mengamati pergaulan para aktivis dakwah mungkin ada beberapa pertanyaan yang mampir di benak kita. Apalagi keseharian mereka yang gaul ama sesamanya. Cewek ama cewek. Cowok ama cowok. Kesannya antilawan jenis banget. Apa mereka steril dari rasa cinta? Apa yang ada dalam benak mereka cuma dakwah doang? Apa menjadi aktivis dakwah kudu punya antivirus untuk menghadang VMJ? Apa-apanya dong…eh, kok jadi lagu sih? Nggak usah dibikin pusing, sampe nyanyiin lagu Nek Titik Puspa gitu.
Para aktivis dakwah itu sama aja kayak kita. Sejenis manusia yang punya rasa cinta. Cuma bedanya, mereka nggak show of forces untuk urusan ini. Apalagi sampe deklarasi segala di acara reality show Katakan Cinta atau Playboy Kabel . Nggak lah yauw. Mereka punya prinsip yang bagi sebagian orang terdengar ‘aneh' dalam hal pengungkapan rasa cinta. Anti-pacaran en nggak phobi ama nikah dini. Catet ya! Nah, masalah-nya, kita sering bertanya-tanya, gimana mung-kin bisa terjalin rasa cinta di antara mere-ka kalo mereka sendiri anti-gaul bebas. Bukankah gaul bebas itu terbukti menjadi media subur untuk memupuk rasa cinta kepada lawan jenis? Eit, jangan salah. Nggak gaul bebas bukan berarti nggak berinteraksi dengan lawan jenis. Emangnya penghuni dunia dakwah cuma satu jenis? Tetep, aktivitas dakwah juga meng-haruskan mereka berhubungan dengan lawan jenis. Apalagi yang tergabung dalam sebuah organisasi. Kudu ada konsolidasi dakwah. Inget-inget tuh!
Sebagai aktivis dakwah, tentu konsolidasi itu mengharuskan pihak ikhwan (muslim) menjalin kerjasama dengan para anggota ‘diva' alias divisi akhwat (muslimah). Saling tukar informasi. Rapat bulanan untuk evaluasi kinerja dakwah sekaligus planning untuk masa mendatang. Sampe tergabung dalam kepani-tiaan acara. Dan nggak mungkin kegiatan kayak di atas dilakukan tanpa adanya pertemuan. Walau mungkin rapat bisa aja pake fasilitas teleconference . Tapi itu pasti bakal menyedot banyak biaya. Bisa-bisa acaranya nggak jadi digelar gara-gara nggak ada biaya. Berabe kan?
Nah, dari seringnya pertemuan itulah bisa menyita perhatian khusus antar aktivis. Meski nggak terungkap, VMJ tengah mengamati mangsa yang hendak diburu. Satu sama lain saling menyimpan rasa kagum. Dari sinilah tumbuh perasaan simpati, empati, yang seterusnya bisa bikin jatuh hati. Walau hanya tersimpan rapi dalam diary atau menghiasi relung hati. Intinya, malu-malu tapi mau! Proses tumbuh dan mewabahnya VMJ di kalangan aktivis, nggak jauh beda dengan ‘cilok' ala seleb. Cinta bersemi saat aktif dalam dakwah.
Makanya kita nggak usah ragu bin worried untuk jadi seorang aktivis dakwah. Pergaulan mereka yang terkesan anti-lawan jenis, hanya salah satu cara buat nunjukkin kalo Islam juga punya aturan maen dalam pergaulan. Justru kita kudu bangga jadi aktivis. Karena untuk urusan jodoh, Allah bakal ngasih pasangan hidup yang ‘qualified' buat para aktivis pengemban dakwah yang istiqomah. Firman Allah Swt: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang (baik) pula.” (QS an-Nûr [24]: 26)
Wednesday, 13 April 2005
ikhwan
IKHWAN
Ikhwan..
akrab dengan baju koko berlengan panjang..
berjanggut tipis selapis,
berbaris...eeiiitss!.. jangan pesimis...!
Ikhwan..
lagak bicara, sopan tentunya..
pandangan mata InsyaAllah terjaga..
kalau disapa, senyuman hiasannya..
nebelin muka bila bercanda (?)
..O...itu sudah biasa!..
tapi...antar ikhwan saja!..
Ikhwan..
rajin ke masjid meski di siang bolong..
agenda kerja, Alhamdulillah belum pernah kosong..
tapi jangan ketawa dengar perutnya keroncong..
memang terbatas sih, dana di kantong...
Ikhwan..
penuh semangat menggebu-gebu..
segudang kegiatan InsyaAllah terpegang s'lalu..
urusan jaga hati-emosi, O... itu nomor satu!
dimana berada, tugas pasti menunggu..
semoga ikhlas kan slalu memandu..
asik juga sih, bisa tenar dengan begitu..
tapi...tetap TAWADHU'..
untuk tilawah dan hafalan, selalu ada waktu!..
Ikhwan..
paling enak buat dimintai tolong..
kerjanya kilat dan nggak banyak 'cing-cong'..
tapi terkadang geraknya mesti di dorong-dorong..
waktu untuk makan katanya tidak boleh dipotong...
Duh..duh..ikhwan...
seringkali bikin heran..
kenapa kok doyan sekali makan..
padahal jarang-jarang ada kesempatan..
apalagi kalau musim ujian..
bisa-bisa begadang semalaman..ya..
tentunya tanpa makan..
Ikhwan..
tegas,tegar,pendirian dan berazzam kukuh..
pada saatnya, bisa jadi gampang luluh..
pikirannya tajam, tak suka mengeluh..
tak mudah gentar, tak juga rapuh..
tawazun dalam khouf dan roja'...? InsyaAllah tentu , atuh!!..
Ikhwan..
juga punya perasaan lembut halus..
wajahnya pancarkan ketenangan dan bukan tandus..
penuh ukuwah dan kasih sayang tulus..
pun ikhwan menangis karenaNya khusus!
Ikhwan..
juga manusia biasa..
kadang tertipu, kadang terlena..
kadang terjebak hal-hal yang fana..
kadang tak tahu harus bagaimana..
kalau sudah begini, mau salahkan siapa?
..ya Ikhwannya..
Tapi ikhwan..
BUKAN sembarangan!..
iman di dada jadi pegangan..
bertemu musuh pantang mundur ke belakang..
kendati nyawa jadi taruhan..
demi tegaknya Kalimatullahi-hiyal'Ulya di bumi Ar-Rahman..
Apapun kan dipersembahkan..
sbagai tanda cinta pada Tuhan..
disertai niat suci penuh keikhlasan..
menuju JanjiNya yang tiada pernah kan lekang..
menggapai cintaNya yang tiada pernah kan terbilang..
hingga Rahmat KESYAHIDAN datang menjelang ..
menutup petang...dalam bahagia yang panjang..
hmmm........
Ikhwan..
akrab dengan baju koko berlengan panjang..
berjanggut tipis selapis,
berbaris...eeiiitss!.. jangan pesimis...!
Ikhwan..
lagak bicara, sopan tentunya..
pandangan mata InsyaAllah terjaga..
kalau disapa, senyuman hiasannya..
nebelin muka bila bercanda (?)
..O...itu sudah biasa!..
tapi...antar ikhwan saja!..
Ikhwan..
rajin ke masjid meski di siang bolong..
agenda kerja, Alhamdulillah belum pernah kosong..
tapi jangan ketawa dengar perutnya keroncong..
memang terbatas sih, dana di kantong...
Ikhwan..
penuh semangat menggebu-gebu..
segudang kegiatan InsyaAllah terpegang s'lalu..
urusan jaga hati-emosi, O... itu nomor satu!
dimana berada, tugas pasti menunggu..
semoga ikhlas kan slalu memandu..
asik juga sih, bisa tenar dengan begitu..
tapi...tetap TAWADHU'..
untuk tilawah dan hafalan, selalu ada waktu!..
Ikhwan..
paling enak buat dimintai tolong..
kerjanya kilat dan nggak banyak 'cing-cong'..
tapi terkadang geraknya mesti di dorong-dorong..
waktu untuk makan katanya tidak boleh dipotong...
Duh..duh..ikhwan...
seringkali bikin heran..
kenapa kok doyan sekali makan..
padahal jarang-jarang ada kesempatan..
apalagi kalau musim ujian..
bisa-bisa begadang semalaman..ya..
tentunya tanpa makan..
Ikhwan..
tegas,tegar,pendirian dan berazzam kukuh..
pada saatnya, bisa jadi gampang luluh..
pikirannya tajam, tak suka mengeluh..
tak mudah gentar, tak juga rapuh..
tawazun dalam khouf dan roja'...? InsyaAllah tentu , atuh!!..
Ikhwan..
juga punya perasaan lembut halus..
wajahnya pancarkan ketenangan dan bukan tandus..
penuh ukuwah dan kasih sayang tulus..
pun ikhwan menangis karenaNya khusus!
Ikhwan..
juga manusia biasa..
kadang tertipu, kadang terlena..
kadang terjebak hal-hal yang fana..
kadang tak tahu harus bagaimana..
kalau sudah begini, mau salahkan siapa?
..ya Ikhwannya..
Tapi ikhwan..
BUKAN sembarangan!..
iman di dada jadi pegangan..
bertemu musuh pantang mundur ke belakang..
kendati nyawa jadi taruhan..
demi tegaknya Kalimatullahi-hiyal'Ulya di bumi Ar-Rahman..
Apapun kan dipersembahkan..
sbagai tanda cinta pada Tuhan..
disertai niat suci penuh keikhlasan..
menuju JanjiNya yang tiada pernah kan lekang..
menggapai cintaNya yang tiada pernah kan terbilang..
hingga Rahmat KESYAHIDAN datang menjelang ..
menutup petang...dalam bahagia yang panjang..
hmmm........
Wednesday, 6 April 2005
interaksi ikhwan akhwat
| Hudzaifah.org - "Dia ikhwan ya? Tapi kok kalau bicara sama akhwat dekat sekali???," tanya seorang akhwat kepada temannya karena ia sering melihat seorang aktivis rohis yang bila berbicara dengan lawan jenis, sangat dekat posisi tubuhnya."Mbak, akhwat yang itu sudah menikah? Kok akrab sekali sama ikhwan itu?,"tanya sang mad'u kepada murabbinya karena ia sering melihat dua aktivis rohis itu kemana-mana selalu bersama sehingga terlihat seperti pasangan yang sudah menikah."Duh? ngeri, lihat itu? ikhwan-akhwat berbicaranya sangat dekat??," ujar seorang akhwat kepada juniornya, dengan wajah resah, ketika melihatikhwan-akhwat di depan masjid yang tak jauh beda seperti orang berpacaran."Si fulan itu ikhwan bukan yah? Kok kelakuannya begitu sama akhwat?," tanya seorang akhwat penuh keheranan. Demikianlah kejadian yang sering dipertanyakan. Pelanggaran batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat masih saja terjadi dan hal itu bisa disebabkan karena: 1. Belum mengetahui batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat. 2. Sudah mengetahui, namun belum memahami. 3. Sudah mengetahui namun tidak mau mengamalkan. 4. Sudah mengetahui dan memahami, namun tergelincir karena lalai. Dan bisa jadi kejadian itu disebabkan karena kita masih sibuk menghiasi penampilan luar kita dengan jilbab lebar warna warni atau dengan berjanggut dan celana mengatung, namun kita lupa menghiasi akhlak. Kita sibuk berhiaskan simbol-simbol Islam namun lupa substansi Islam. Kita berkutat menghafal materi Islam namun tidak fokus pada tataran pemahaman dan amal. Sesungguhnya panggilan 'ikhwan' dan 'akhwat' adalah panggilan persaudaraan.'Ikhwan' artinya adalah saudara laki-laki, dan 'akhwat' adalah saudara perempuan. Namun di ruang lingkup aktivis rohis, ada dikhotomi bahwa gelar itu ditujukan untuk orang-orang yang berjuang menegakkan agama-Nya, yang islamnya shahih, syamil, lurus fikrahnya dan akhlaknya baik. Atau bisa dikonotasikan dengan jamaah. Maka tidak heran bila terkadang dipertanyakan ke-'ikhwanan'-nya atau ke-'akhwatan'-nya bila belum bisa menjaga batas-batas pergaulan (hijab) ikhwan-akhwat. Aktivis sekuler tak lagi segan Seorang ustadz bercerita bahwa ada aktivis sekuler yang berkata kepadanya,"Ustadz, dulu saya salut pada orang-orang rohis karena bisa menjaga pergaulan ikhwan-akhwat, namun kini mereka sama saja dengan kami. Kami jadi tak segan lagi. "Ungkapan aktivis sekuler di atas dapat menohok kita selaku jundi-jundi yang ingin memperjuangkan agama-Nya. Menjaga pergaulan dengan lawan jenis memang bukanlah hal yang mudah karena fitrah laki-laki adalah mencintai wanita dan demikian pula sebaliknya. Hanya dengan keimanan yang kokoh dan mujahadah sajalah yang membuat seseorang dapat istiqomah menjaga batas-batas ini. Pelanggaran batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat Berikut ini adalah pelanggaran-pelanggaran yang masih sering terjadi: 1. Pulang Berdua Usai rapat acara rohis, karena pulang ke arah yang sama maka akhwat pulang bersama di mobil ikhwan. Berdua saja. Dan musik yang diputar masih lagudari Peterpan pula ataupun lagu-lagu cinta lainnya. 2. Rapat Berhadap-Hadapan Rapat dengan posisi berhadap-hadapan seperti ini sangatlah 'cair' dan rentan akan timbulnya ikhtilath. Alangkah baiknya - bila belum mampu menggunakan hijab - dibuat jarak yang cukup antara ikhwan dan akhwat. 3. Tidak Menundukkan Pandangan (Gadhul Bashar) Bukankah ada pepatah yang mengatakan, "Dari mana datangnya cinta? Dari mataturun ke hati". Maka jangan kita ikuti seruan yang mengatakan, "Ah, tidakperlu gadhul bashar, yang penting kan jaga hati!" Namun, tentu aplikasinya tidak harus dengan cara selalu menunduk ke tanah sampai-sampai menabrakdinding. Mungkin dapat disiasati dengan melihat ujung-ujung jilbab atau mata semu/samping. 4. Duduk/ Jalan Berduaan Duduk berdua di taman kampus untuk berdiskusi Islam (mungkin). Namun apapun alasannya, bukankah masyarakat kampus tidak ambil pusing dengan apa yang sedang didiskusikan karena yang terlihat di mata mereka adalah aktivis berduaan, titik. Maka menutup pintu fitnah ini adalah langkah terbaik kita. 5. "Men-tek" Untuk Menikah" Bagaimana, ukh? Tapi nikahnya tiga tahun lagi. Habis, ana takut antum diambil orang." Sang ikhwan belum lulus kuliah sehingga 'men-tek' seorang akhwat untuk menikah karena takut kehilangan, padahal tak jelas juga kapan akan menikahnya. Hal ini sangatlah riskan. 6. Telfon Tidak Urgen Menelfon dan mengobrol tak tentu arah, yang tak ada nilai urgensinya. 7. SMS Tidak Urgen Saling berdialog via SMS mengenai hal-hal yang tak ada kaitannya dengan da'wah, sampai-sampai pulsa habis sebelum waktunya. 8. Berbicara Mendayu-Dayu "Deuu si akhiii, antum bisa aja deh?.." ucap sang akhwat kepada seorang ikhwan sambil tertawa kecil dan terdengar sedikit manja. 9. Bahasa Yang Akrab Via SMS, via kertas, via fax, via email ataupun via YM. Message yang disampaikan begitu akrabnya, "Oke deh Pak fulan, nyang penting rapatnya lancar khaaan. Kalau begitchu.., ngga usah ditunda lagi yah, otre deh :)."Meskipun sudah sering beraktivitas bersama, namun ikhwan-akhwat tetaplah bukan sepasang suami isteri yang bisa mengakrabkan diri dengan bebasnya.Walau ini hanya bahasa tulisan, namun dapat membekas di hati si penerimaataupun si pengirim sendiri. 10. Curhat "Duh, bagaimana ya?., ane bingung nih, banyak masalah begini ? dan begitu,akh?." Curhat berduaan akan menimbulkan kedekatan, lalu ikatan hati,kemudian dapat menimbulkan permainan hati yang bisa menganggu tribulasida'wah. Apatah lagi bila yang dicurhatkan tidak ada sangkut pautnya dengan da'wah. 11 Yahoo Messenger/Chatting Yang Tidak Urgen YM termasuk fasilitas. Tidaklah berdosa bila ingin menyampaikan hal-hal penting di sini. Namun menjadi bermasalah bila topik pembicaraan melebar kemana-mana dan tidak fokus pada da'wah karena khalwat virtual bisa saja terjadi. 12. Bercanda ikhwan-akhwat "Biasa aza lagi, ukhtiii? hehehehe," ujar seorang ikhwan sambil tertawa.Bahkan mungkin karena terlalu banyak syetan di sekeliling, sang akhwat hampir saja mencubit lengan sang ikhwan. Dalil untuk nomor 1-5: a. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan."(HR.Ahmad) b. Allah SWT berfirman, "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman,'Hendaknya mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya??"(QS.24: 30) c. Allah SWT berfirman, "Katakanlah kepada wanita yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya??" (QS.24: 31) d. Rasulullah SAW bersabda, "Pandangan mata adalah salah satu daripanah-panah iblis, barangsiapa menundukkannya karena Allah, maka akandirasakan manisnya iman dalam hatinya." e. Rasulullah saw. Bersabda, "Wahai Ali, janganlah engkau ikuti pandangan yang satu dengan pandangan yang lain. Engkau hanya boleh melakukanpandangan yang pertama, sedang pandangan yang kedua adalah resiko bagimu."(HR Ahmad) Dalil untuk nomor 6-12 :"... Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit di dalam hatinya..." (Al Ahzab: 32) Penutup Di dalam Islam, pergaulan laki-laki dan perempuan sangatlah dijaga.Kewajiban berjillbab, menundukkan pandangan, tidak khalwat (berduaan),tidak ikhtilath (bercampur baur), tidak tunduk dalam berbicara(mendayu-dayu) dan dorongan Islam untuk segera menikah, itu semua adalah penjagaan tatanan kehidupan sosial muslim agar terjaga kehormatan dan kemuliaannya. Kehormatan seorang muslim sangatlah dipelihara di dalam Islam,sampai-sampai untuk mendekati zinanya saja sudah dilarang. "Dan janganlahkamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang kejidan suatu jalan yang buruk." (QS. Al Isra:32). Pelanggaran di atas dapat dikategorikan kepada hal-hal yang mendekati zina karena jika dibiarkan, bukan tidak mungkin akan mengarah pada zina yang sesungguhnya, na'udzubillah. Maka, bersama-sama kita saling menjaga pergaulan ikhwan-akhwat. Wahai akhwat?., jagalah para ikhwan. Dan wahai ikhwan?., jagalah para akhwat. Jagalah agar tidak terjerumus ke dalam kategori mendekati zina. "Ya Rabbi?, istiqomahkanlah kami di jalan-Mu. Jangan sampai kami tergelincir ataupun terkena debu-debu yang dapat mengotori perjuangan kamidi jalan-Mu, yang jika saja Engkau tak tampakkan kesalahan-kesalahan itupada kami sekarang, niscaya kami tak menyadari kesalahan itu selamanya.Ampunilah kami ya Allah?? Tolonglah kami membersihkannya hingga dapat bercahaya kembali cermin hati kami. Kabulkanlah ya Allah? "By: Ayat Al Akrash |
Saturday, 12 March 2005
Siapa.....
SIAPAKAH ANDA ?
Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s
Siapakah orang yang manis senyumanya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabb, Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.
Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.
Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.
Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.
Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.
Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.
Siapakah org yg PELIT ?
Orang yg pelit ialah org yg membiarkan tulisan ini begitu saja, malah dia tidak akan menyampaikan kepada org lain.
By. Agus Sujarwo
Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s
Siapakah orang yang manis senyumanya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabb, Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.
Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.
Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.
Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.
Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.
Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.
Siapakah org yg PELIT ?
Orang yg pelit ialah org yg membiarkan tulisan ini begitu saja, malah dia tidak akan menyampaikan kepada org lain.
By. Agus Sujarwo
Cinta.....
Allah Mengajarkan Cinta
Pernahkah hatimu merasakan kekuatan mencintai
Kamu tersenyum meski hatimu terluka karena yakin ia milikmu,
Kamu menangis kala bahagia bersama karena yakin ia cintamu
Cinta melukis bahagia, sedih, sakit hati, cemburu, berduka
Dan hatimu tetap diwarnai mencintai, itulah dalamnya cinta
Pernahkah cinta memerahkan hati membutakan mata
Kepekatannya menutup mata hatimu memabukkanmu sesaat di nirwana
Dan kau tak bisa beralih dipeluk merdunya nyanyian bahagia semu
Padahal sesungguhnya hanya kehampaan yang mengisi sisi gelap hatimu
Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsunya
Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia
DitulisNya ketika mencipta makhluk-makhlukNYA di atas Arsy
Cinta dengan ketulusan hati mengalahkan amarah
Menuju kepatuhan pengabdian kepada Allah dan Rasulnya
Dan saat pena cinta Allah mewarnai melukis hatimu,
satu jam bersama serasa satu menit saja
Ketika engkau memiliki cinta yang diajarkan Allah
Kekasih menjadi lentera hati menerangi jalan menuju Illahi
Membawa ketundukan tulus pengabdian kepada Allah dan RasulNya
Namun saat cinta di hatimu dikendalikan dorongan nafsu manusia
Alirannya memekatkan darahmu membutakan mata hati dari kebenaran
Saat kamu merasakan agungnya cinta yang diajarkan Allah
Kekasih menjadi pembuktian pengabdian cinta tulusmu
Memelukmu dalam ibadah menuju samudra kekal kehidupan tanpa batas
Menjadi media amaliyah dan ketundukan tulus pengabdian kepada Allah
Itulah cinta yang melukis hati mewarnai kebahagiaan hakiki
Agungnya kepatuhan cinta Allah bisa ditemukan dikehidupan alam semesta
Seperti thawafnya gugusan bintang, bulan, bumi dan matahari pada sumbunya
Tak sedetikpun bergeser dari porosnya, keharmonisan berujung pada keabadian
Keharmonisan pada keabadian melalui kekasih yang mencintai
Karena Allah adalah kekasih Zat yang abadi
Cintailah kekasihmu setulusnya maka Allah akan mencintaimu
Karena Allah mengajarkan cinta tulus dan agung
Cinta yang mengalahkan Amarah menebarkan keharmonisan
Seperti ikhlas dan tulusnya cinta Rasul mengabdi pada Illahi
Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki
Sumber: Allah Mengajarkan Cinta oleh Eko Jalu Santoso, Cibubur - Pebruari
2005.
Pernahkah hatimu merasakan kekuatan mencintai
Kamu tersenyum meski hatimu terluka karena yakin ia milikmu,
Kamu menangis kala bahagia bersama karena yakin ia cintamu
Cinta melukis bahagia, sedih, sakit hati, cemburu, berduka
Dan hatimu tetap diwarnai mencintai, itulah dalamnya cinta
Pernahkah cinta memerahkan hati membutakan mata
Kepekatannya menutup mata hatimu memabukkanmu sesaat di nirwana
Dan kau tak bisa beralih dipeluk merdunya nyanyian bahagia semu
Padahal sesungguhnya hanya kehampaan yang mengisi sisi gelap hatimu
Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsunya
Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia
DitulisNya ketika mencipta makhluk-makhlukNYA di atas Arsy
Cinta dengan ketulusan hati mengalahkan amarah
Menuju kepatuhan pengabdian kepada Allah dan Rasulnya
Dan saat pena cinta Allah mewarnai melukis hatimu,
satu jam bersama serasa satu menit saja
Ketika engkau memiliki cinta yang diajarkan Allah
Kekasih menjadi lentera hati menerangi jalan menuju Illahi
Membawa ketundukan tulus pengabdian kepada Allah dan RasulNya
Namun saat cinta di hatimu dikendalikan dorongan nafsu manusia
Alirannya memekatkan darahmu membutakan mata hati dari kebenaran
Saat kamu merasakan agungnya cinta yang diajarkan Allah
Kekasih menjadi pembuktian pengabdian cinta tulusmu
Memelukmu dalam ibadah menuju samudra kekal kehidupan tanpa batas
Menjadi media amaliyah dan ketundukan tulus pengabdian kepada Allah
Itulah cinta yang melukis hati mewarnai kebahagiaan hakiki
Agungnya kepatuhan cinta Allah bisa ditemukan dikehidupan alam semesta
Seperti thawafnya gugusan bintang, bulan, bumi dan matahari pada sumbunya
Tak sedetikpun bergeser dari porosnya, keharmonisan berujung pada keabadian
Keharmonisan pada keabadian melalui kekasih yang mencintai
Karena Allah adalah kekasih Zat yang abadi
Cintailah kekasihmu setulusnya maka Allah akan mencintaimu
Karena Allah mengajarkan cinta tulus dan agung
Cinta yang mengalahkan Amarah menebarkan keharmonisan
Seperti ikhlas dan tulusnya cinta Rasul mengabdi pada Illahi
Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki
Sumber: Allah Mengajarkan Cinta oleh Eko Jalu Santoso, Cibubur - Pebruari
2005.
Tuesday, 1 March 2005
Jika
Jika Kita Sangat Sibuk.........
JIKA Kita sangat sibuk ...,
mengapakah Kita tidak Kaya ?"
JIKA Kita sangat sibuk ...,
mengapa masih sulit naik pangkat/jabatan ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ...,
mengapa masih mengontrak rumah ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ...,
mengapa masih menumpang angkutan umum ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ...,
mengapa ada hutang/tagihan yang harus dibayar ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ...,
mengapa Kita masih belum yakin masa depan Kita ... ?
Jika Kita sangat sibuk ...,
dan merasa apa yang kita lakukan sudah benar ...,
mengapa Kita masih tak punya banyak teman ... ?
Jika Kita sangat sibuk ...,
dan merasa apa yang kita lakukan sudah benar ...,
mengapa keluarga masih sering complain pada Kita ... ?
Jika Kita sangat sibuk ...,
dan merasa apa yang kita lakukan sudah benar ...,
mengapa kehadiran Kita masih tak banyak memberi manfaat ... ?
Jadi ..., sebetulnya untuk apakah kesibukan yang Kita lakukan setiap detik
..., setiap menit ..., setiap jam ..., setiap hari ..., setiap minggu ...,
setiap bulan ... dan bahkan setiap tahun itu ... ?
noname...
JIKA Kita sangat sibuk ...,
mengapakah Kita tidak Kaya ?"
JIKA Kita sangat sibuk ...,
mengapa masih sulit naik pangkat/jabatan ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ...,
mengapa masih mengontrak rumah ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ...,
mengapa masih menumpang angkutan umum ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ...,
mengapa ada hutang/tagihan yang harus dibayar ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ...,
mengapa Kita masih belum yakin masa depan Kita ... ?
Jika Kita sangat sibuk ...,
dan merasa apa yang kita lakukan sudah benar ...,
mengapa Kita masih tak punya banyak teman ... ?
Jika Kita sangat sibuk ...,
dan merasa apa yang kita lakukan sudah benar ...,
mengapa keluarga masih sering complain pada Kita ... ?
Jika Kita sangat sibuk ...,
dan merasa apa yang kita lakukan sudah benar ...,
mengapa kehadiran Kita masih tak banyak memberi manfaat ... ?
Jadi ..., sebetulnya untuk apakah kesibukan yang Kita lakukan setiap detik
..., setiap menit ..., setiap jam ..., setiap hari ..., setiap minggu ...,
setiap bulan ... dan bahkan setiap tahun itu ... ?
noname...
Friday, 25 February 2005
Untuk Saudariku...............
Untuk Saudariku di bumi ALLAH
Mampukah aku menjadi seperti Siti Khadijah ?
Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah
Hartanya diperjuangkan ke jalan fisabilillah
Penawar hati kekasih Allah
Susah dan senang rela bersama
Dapatkah ku didik jiwa seperti Siti Aishah
Isteri Rasululah yang bijak
Pendorong kesusahan dan penderitaan
Tiada sukar untuk dilaksanakan........
Mengalir air mataku
Melihat pengorbanan puteri solehah Siti Fatimah
Akur dalam setiap perintah Taat dengan ayahnya,
yang sentiasa berjuang Tiada memiliki harta dunia
Layaklah dia sebagai wanita penghulu syurga...........
Ketika aku marah
Inginku intip serpihan sabar
Dari catatan hidup Siti Sarah........
Tabahkah jiwaku ..??
Setabah umi Nabi Ismail
Mengendong bayinya yang masih merah
Mencari air penghilang dahaga
Di terik padang Ditinggalkan suami tanpa bantah
Pengharapannya hanya pada Allah
Itulah wanita Siti Hajar
Mampukah aku menjadi wanita solehah ?
Mati dalam keunggulan iman
Bersinar indah, harum tersebar
Bagai wanginya pusara Masyitah....
Mampukah aku menjadi seperti Siti Khadijah ?
Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah
Hartanya diperjuangkan ke jalan fisabilillah
Penawar hati kekasih Allah
Susah dan senang rela bersama
Dapatkah ku didik jiwa seperti Siti Aishah
Isteri Rasululah yang bijak
Pendorong kesusahan dan penderitaan
Tiada sukar untuk dilaksanakan........
Mengalir air mataku
Melihat pengorbanan puteri solehah Siti Fatimah
Akur dalam setiap perintah Taat dengan ayahnya,
yang sentiasa berjuang Tiada memiliki harta dunia
Layaklah dia sebagai wanita penghulu syurga...........
Ketika aku marah
Inginku intip serpihan sabar
Dari catatan hidup Siti Sarah........
Tabahkah jiwaku ..??
Setabah umi Nabi Ismail
Mengendong bayinya yang masih merah
Mencari air penghilang dahaga
Di terik padang Ditinggalkan suami tanpa bantah
Pengharapannya hanya pada Allah
Itulah wanita Siti Hajar
Mampukah aku menjadi wanita solehah ?
Mati dalam keunggulan iman
Bersinar indah, harum tersebar
Bagai wanginya pusara Masyitah....
Thursday, 24 February 2005
Wanita.......
Untuk Saudariku di bumi Allah . . .
SUPER WOMAN . . . mungkin itulah yang tepat disematkan kepada para wanita sejati impian manusia. Wanita yang sukses dalam karier, dan pendidikan, sekaligus melahirkan anak-anak brilian dalam lingkungan rumah tangga yang serasi. Mereka dituntut mampu berkiprah dalam bidang sosial, ekonomi, politik dan sebagainya. Namun tetap menyandang kewajiban rumah tangga.
Islam sendiri memberikan begitu banyak peluang terhadap pengembangan potensi wanita, karena sebagai manusia wanita mempunyai banyak potensi yang sangat berguna. Potensi kecerdasan, kelembutan sikap, sensitifitas rasa, manajemen yang baik, keteraturan, hingga jumlah yang banyak.
Sejarah telah membuktikan bahwasanya banyak wanita yang telah mengubah sejarah dunia. Sebut saja Marie Curie dan Margareth Teacher. Dalam Islam pun telah kita ketahui sepak terjang Aisyah, Khansa, Ummu Sulaim, Fattimah Azzahra, Rabi’atul ‘Adawiyah sampai ke Zainab Al Ghazali.
Akan tetapi bagaimana berbagai potensi ini tidak mengubur fitrahnya sebagai ibu dari putra-putranya? Atau istri bagi suaminya? Atau da’iyah bagi lingkungannya ?
Saat seorang muslimah masih lajang maka permasalahan ini mungkin tidak terasakan. Mereka masih bebas menentukan kehidupannya sendiri. Kuliah, kursus, bekerja, hingga aktifitas da’wah hingga larut malam masih bebas dijalani dengan mudah. Namun setelah menikah, dimana kewajiban dan tantangan yang dilakoni bertambah, permasalahan ini akan lebih melekat.
Untuk itu perlu beberapa persiapan bagi seorang akhwat muslimah agar kelak dapat menjadikan rumahnya seindah syurga. Syurga yang menyejukkan selepas menerima panasnya aktifitas diluar. Syurga yang indah bagi semua yang bernaung didalamnya
Manajemen Rumah
Seorang akhwat muslimah layaklah memiliki kemampuan dasar rumah tangga. Kemampuan mengatur pernak-pernik rumah. Dari mulai menyalakan kompor, memasak, mengatur interior rumah hingga inventori rumah tangga. Ini adalah skill dasar yang harus dimiliki. Tidaklah dituntut untuk perfect melakukan segalanya, tetapi minimal mengetahui dasar-dasarnya sehingga rumah dapat nyaman dihuni, karena kebutuhan akan kenyamanan rumah menjadi suatu kebutuhan yang mutlak bagi setiap anggota keluarga. Seorang suami yang lelah sepulang kerja tentu akan bertambah stress apabila mendapati kondisi rumah yang berantakan, lantai yang belum dipel, hidangan yang belum tersedia serta cucian yang menumpuk belum dicuci. Sedikit percikan saja suami akan uring-uringan dan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah hanya tinggal slogan belaka.
Untuk itu walaupun tidak mutlak semua pekerjaan rumah dilakukan oleh istri, tetaplah hal ini diperhatikan. Soal siapa yang akan mengerjakan ini dan mengerjakan itu bisa dikompromikan dengan seluruh keluarga, namun manajemen rumah tetap ditangan ibu rumah tangga
Untuk itulah tarbiyah akhwat selayaknya menyentuh permasalahan ini, karena tidak semua keluarga muslim mampu untuk mempekerjakan khadimat, sehingga terkadang semua pekerjaan harus dikerjakan sendiri. Bila skill ini tidak dilatih sejak dini, maka akan menyulitkan akhwat dalam perjalanan rumah tangga mereka kelak
Manajemen Keuangan
Dalam banyak rumah tangga seorang istri berperan sebagai Menteri Keuangan. Seorang suami akan menyerahkan semua nafkahnya—sedikit apapun jumlahnya—kepada istri. Ini merupakan kewajiban suami walaupun sang istri juga bekerja dengan pendapatan yang lebih besar. Untuk itu pengaturan keuangan keluarga menjadi tanggung jawab istri, sehingga penting bagi setiap akhwat untuk memiliki kemampuan dasar pengaturan keuangan keluarga. Mudah saja, berapa disisihkan untuk ini, itu dan sisanya—bila ada—ditabung untuk masa depan. Hindari berhutang, walaupun hal ini tidak dilarang, tetapi bisa mengundang fitnah apalagi apabila tidak bisa melunasinya tepat waktu.
Namun kunci utama dalam manajemen keuangan bukanlah terletak pada skill atau ketepatan prediksi pengeluaran, akan tetapi yang dibutuhkan adalah kedewasaan dalam menerima nafkah dari suami baik nafkah besar ataupun kecil.
Dewasa dalam menerima nafkah yang sedikit adalah kesabaran dalam menahan keinginan dan impian. Akhwat adalah seorang wanita juga, yang tidak banyak berbeda dengan wanita lainnya. Kecenderungan akan perhiasan dan kemewahan dunia lekat pada jiwanya. Namun bagi keluarga muslim, sebisa mungkin hal ini ditekan karena rumah tangga islami bukan bersandar keduniawian, tetapi lebih penting kepada berkah dan qona’ah atas harta tersebut.
Miris mendengar beberapa kasus yang menimpa para ikhwan. Pada saat mereka mencoba untuk menjalin bahtera rumah tangga dengan seorang akhwat muslimah. Dengan proses yang bersih, jauh dari ikhtilat jahiliyyah, namun kemudian ditolak mentah-mentah, baik dari pihak keluarga ( baik dari keluarga ikhwan maupun keluarga akhwat ) maupun dari akhwat itu sendiri. Hanya karena pendapatan bulanan mereka yang tidak memenuhi kriteria, walaupun seorang wanita juga memiliki kebebasan untuk memilih jodohnya, namun janganlah hanya karena harta dunia cita-cita menjalin rumah tangga Islami terkandaskan.
Teringat dengan sabda Rasulullah SAW: ”Bila datang seorang laki-laki yang engkau ridhoi agamanya, untuk meminang putrimu maka terimalah” disini Rasulullah SAW hanya menyebut kriteria agama, bukan harta atau pangkatnya.
Kedewasaan Mental
Menikah adalah satu langkah menuju tegaknya Khilafah Islamiyah, maka persiapan mental didalamnya laksana persiapan membangun khilafah itu sendiri.
Dewasa dalam menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangannya. Untuk itu sebaiknya para akhwat tidak mematok kriteria tinggi dalam mendapati jodohnya, karena pada akhirnya apabila seseorang dengan kriteria seperti itu belum juga didapatkan, maka yang ada adalah kompromi-kompromi, mencoreti beberapa kriteria, yang pada akhirnya kelanjutan rumah tangganya akan menimbulkan kekecewaan terhadap pasangannya tersebut, karena tidak sesuai dengan impian.
Juga dewasa dalam menghadapi pernak-pernik hidup berumah tangga, karena menjalin rumah tangga bukan hanya menjalin hubungan antara suami dengan istri, tetapi juga hubungan antar keluarga, orang tua, mertua hingga tetangga. Banyak fitnah yang terjadi saat hubungan ini tidak harmonis. Konflik istri dengan mertua, tetangga dan lain sebagainya akan menyulitkan menuju keluarga sakinah karena selalu beradu dengan konflik yang tidak perlu.
Dewasa pula dalam menghadapi kehidupan. Membagi antara aktifitas rumah tangga, da’wah dan aktifitas lain, karena Islam tidak mengebiri aktifitas wanita. Semua potensi wanita layaknya dikembangkan dalam bingkai Islam sehingga menambah dinamika dan keberkahan rumah tangga tersebut
Dan terpenting adalah dewasa dalam menghadapi perubahan, karena antara kehidupan lajang dengan berkeluarga adalah dua alam yang berbeda. Saat lajang begitu mudahnya seseorang menjalani aktifitas yang diingini tanpa beban, namun saat berkeluarga akan terdapat berbagai batasan-batasan di satu sisi dan dukungan-dukungan disisi lain. Perubahan ini bisa jadi sangat drastis, bisa merubah segala rencana dan impian yang telah ada.
Seperti contoh: ada akhwat dari keluarga berkecukupan menikah dengan ikhwan yang sederhana. Segala fasilitas yang dahulu didapatnya kemudian sirna begitu saja. Bila tidak dewasa dalam memandang permasalahan ini, maka bahtera rumahtangga tersebut bisa berantakan. Istri yang menuntut macam-macam sementara sang suami tidak mampu berbuat apa-apa.
Kita layaknya meneladani sikap istri Umar bin Abdul Aziz, putri khalifah yang bergelimang kekayaan dan bertabur perhiasan. Namun ketika sang suami menjadi khalifah menggantikan ayahandanya, segalanya berubah. Semua perhiasan dan harta miliknya diserahkan ke Baitul Maal, bahkan hingga Umar wafat beliau memilih hidup dalam kemiskinan walaupun telah ditawarkan untuk mengambil kembali harta yang telah disedekahkannya.
Khatimah
Demikianlah, bahwa begitu banyak potensi wanita, begitu banyak peran yang bisa diambilnya. Namun tetaplah Islam mengatur peran wanita pada porsinya. Tidak mengebiri, tidak pula dibiarkan sebebas-bebasnya. Sehingga kemudian kita dapat menyaksikan sebuah peradaban yang dibangun oleh insan-insan bertaqwa, dibangun oleh keluarga-keluarga yang Sakinah Mawaddah Warahmah, dibangun oleh masyarakat yang adil dan terbina sehingga mewujudkan suatu kesejahteraan, teratur dalam bingkai syari’ah Allah, berjalan beriringan menggapai ridho ilahi.
Afwan kalau dalam tulisan ini banyak kekurangan dan kesalahan yang ana buat. Ini tidak lepas dari posisi ana sebagai seorang manusia yang tak pernah lepas dari alpa dan dosa. Tulisan ini bukan sebagai sindiran atau apapun namanya, tetapi sebagai renungan untuk kita semua terutama kepada para saudariku yang berjuang dijalan Allah untuk menggapai ridho-Nya. Wallahu a’lam
Al Fatih 210982
SUPER WOMAN . . . mungkin itulah yang tepat disematkan kepada para wanita sejati impian manusia. Wanita yang sukses dalam karier, dan pendidikan, sekaligus melahirkan anak-anak brilian dalam lingkungan rumah tangga yang serasi. Mereka dituntut mampu berkiprah dalam bidang sosial, ekonomi, politik dan sebagainya. Namun tetap menyandang kewajiban rumah tangga.
Islam sendiri memberikan begitu banyak peluang terhadap pengembangan potensi wanita, karena sebagai manusia wanita mempunyai banyak potensi yang sangat berguna. Potensi kecerdasan, kelembutan sikap, sensitifitas rasa, manajemen yang baik, keteraturan, hingga jumlah yang banyak.
Sejarah telah membuktikan bahwasanya banyak wanita yang telah mengubah sejarah dunia. Sebut saja Marie Curie dan Margareth Teacher. Dalam Islam pun telah kita ketahui sepak terjang Aisyah, Khansa, Ummu Sulaim, Fattimah Azzahra, Rabi’atul ‘Adawiyah sampai ke Zainab Al Ghazali.
Akan tetapi bagaimana berbagai potensi ini tidak mengubur fitrahnya sebagai ibu dari putra-putranya? Atau istri bagi suaminya? Atau da’iyah bagi lingkungannya ?
Saat seorang muslimah masih lajang maka permasalahan ini mungkin tidak terasakan. Mereka masih bebas menentukan kehidupannya sendiri. Kuliah, kursus, bekerja, hingga aktifitas da’wah hingga larut malam masih bebas dijalani dengan mudah. Namun setelah menikah, dimana kewajiban dan tantangan yang dilakoni bertambah, permasalahan ini akan lebih melekat.
Untuk itu perlu beberapa persiapan bagi seorang akhwat muslimah agar kelak dapat menjadikan rumahnya seindah syurga. Syurga yang menyejukkan selepas menerima panasnya aktifitas diluar. Syurga yang indah bagi semua yang bernaung didalamnya
Manajemen Rumah
Seorang akhwat muslimah layaklah memiliki kemampuan dasar rumah tangga. Kemampuan mengatur pernak-pernik rumah. Dari mulai menyalakan kompor, memasak, mengatur interior rumah hingga inventori rumah tangga. Ini adalah skill dasar yang harus dimiliki. Tidaklah dituntut untuk perfect melakukan segalanya, tetapi minimal mengetahui dasar-dasarnya sehingga rumah dapat nyaman dihuni, karena kebutuhan akan kenyamanan rumah menjadi suatu kebutuhan yang mutlak bagi setiap anggota keluarga. Seorang suami yang lelah sepulang kerja tentu akan bertambah stress apabila mendapati kondisi rumah yang berantakan, lantai yang belum dipel, hidangan yang belum tersedia serta cucian yang menumpuk belum dicuci. Sedikit percikan saja suami akan uring-uringan dan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah hanya tinggal slogan belaka.
Untuk itu walaupun tidak mutlak semua pekerjaan rumah dilakukan oleh istri, tetaplah hal ini diperhatikan. Soal siapa yang akan mengerjakan ini dan mengerjakan itu bisa dikompromikan dengan seluruh keluarga, namun manajemen rumah tetap ditangan ibu rumah tangga
Untuk itulah tarbiyah akhwat selayaknya menyentuh permasalahan ini, karena tidak semua keluarga muslim mampu untuk mempekerjakan khadimat, sehingga terkadang semua pekerjaan harus dikerjakan sendiri. Bila skill ini tidak dilatih sejak dini, maka akan menyulitkan akhwat dalam perjalanan rumah tangga mereka kelak
Manajemen Keuangan
Dalam banyak rumah tangga seorang istri berperan sebagai Menteri Keuangan. Seorang suami akan menyerahkan semua nafkahnya—sedikit apapun jumlahnya—kepada istri. Ini merupakan kewajiban suami walaupun sang istri juga bekerja dengan pendapatan yang lebih besar. Untuk itu pengaturan keuangan keluarga menjadi tanggung jawab istri, sehingga penting bagi setiap akhwat untuk memiliki kemampuan dasar pengaturan keuangan keluarga. Mudah saja, berapa disisihkan untuk ini, itu dan sisanya—bila ada—ditabung untuk masa depan. Hindari berhutang, walaupun hal ini tidak dilarang, tetapi bisa mengundang fitnah apalagi apabila tidak bisa melunasinya tepat waktu.
Namun kunci utama dalam manajemen keuangan bukanlah terletak pada skill atau ketepatan prediksi pengeluaran, akan tetapi yang dibutuhkan adalah kedewasaan dalam menerima nafkah dari suami baik nafkah besar ataupun kecil.
Dewasa dalam menerima nafkah yang sedikit adalah kesabaran dalam menahan keinginan dan impian. Akhwat adalah seorang wanita juga, yang tidak banyak berbeda dengan wanita lainnya. Kecenderungan akan perhiasan dan kemewahan dunia lekat pada jiwanya. Namun bagi keluarga muslim, sebisa mungkin hal ini ditekan karena rumah tangga islami bukan bersandar keduniawian, tetapi lebih penting kepada berkah dan qona’ah atas harta tersebut.
Miris mendengar beberapa kasus yang menimpa para ikhwan. Pada saat mereka mencoba untuk menjalin bahtera rumah tangga dengan seorang akhwat muslimah. Dengan proses yang bersih, jauh dari ikhtilat jahiliyyah, namun kemudian ditolak mentah-mentah, baik dari pihak keluarga ( baik dari keluarga ikhwan maupun keluarga akhwat ) maupun dari akhwat itu sendiri. Hanya karena pendapatan bulanan mereka yang tidak memenuhi kriteria, walaupun seorang wanita juga memiliki kebebasan untuk memilih jodohnya, namun janganlah hanya karena harta dunia cita-cita menjalin rumah tangga Islami terkandaskan.
Teringat dengan sabda Rasulullah SAW: ”Bila datang seorang laki-laki yang engkau ridhoi agamanya, untuk meminang putrimu maka terimalah” disini Rasulullah SAW hanya menyebut kriteria agama, bukan harta atau pangkatnya.
Kedewasaan Mental
Menikah adalah satu langkah menuju tegaknya Khilafah Islamiyah, maka persiapan mental didalamnya laksana persiapan membangun khilafah itu sendiri.
Dewasa dalam menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangannya. Untuk itu sebaiknya para akhwat tidak mematok kriteria tinggi dalam mendapati jodohnya, karena pada akhirnya apabila seseorang dengan kriteria seperti itu belum juga didapatkan, maka yang ada adalah kompromi-kompromi, mencoreti beberapa kriteria, yang pada akhirnya kelanjutan rumah tangganya akan menimbulkan kekecewaan terhadap pasangannya tersebut, karena tidak sesuai dengan impian.
Juga dewasa dalam menghadapi pernak-pernik hidup berumah tangga, karena menjalin rumah tangga bukan hanya menjalin hubungan antara suami dengan istri, tetapi juga hubungan antar keluarga, orang tua, mertua hingga tetangga. Banyak fitnah yang terjadi saat hubungan ini tidak harmonis. Konflik istri dengan mertua, tetangga dan lain sebagainya akan menyulitkan menuju keluarga sakinah karena selalu beradu dengan konflik yang tidak perlu.
Dewasa pula dalam menghadapi kehidupan. Membagi antara aktifitas rumah tangga, da’wah dan aktifitas lain, karena Islam tidak mengebiri aktifitas wanita. Semua potensi wanita layaknya dikembangkan dalam bingkai Islam sehingga menambah dinamika dan keberkahan rumah tangga tersebut
Dan terpenting adalah dewasa dalam menghadapi perubahan, karena antara kehidupan lajang dengan berkeluarga adalah dua alam yang berbeda. Saat lajang begitu mudahnya seseorang menjalani aktifitas yang diingini tanpa beban, namun saat berkeluarga akan terdapat berbagai batasan-batasan di satu sisi dan dukungan-dukungan disisi lain. Perubahan ini bisa jadi sangat drastis, bisa merubah segala rencana dan impian yang telah ada.
Seperti contoh: ada akhwat dari keluarga berkecukupan menikah dengan ikhwan yang sederhana. Segala fasilitas yang dahulu didapatnya kemudian sirna begitu saja. Bila tidak dewasa dalam memandang permasalahan ini, maka bahtera rumahtangga tersebut bisa berantakan. Istri yang menuntut macam-macam sementara sang suami tidak mampu berbuat apa-apa.
Kita layaknya meneladani sikap istri Umar bin Abdul Aziz, putri khalifah yang bergelimang kekayaan dan bertabur perhiasan. Namun ketika sang suami menjadi khalifah menggantikan ayahandanya, segalanya berubah. Semua perhiasan dan harta miliknya diserahkan ke Baitul Maal, bahkan hingga Umar wafat beliau memilih hidup dalam kemiskinan walaupun telah ditawarkan untuk mengambil kembali harta yang telah disedekahkannya.
Khatimah
Demikianlah, bahwa begitu banyak potensi wanita, begitu banyak peran yang bisa diambilnya. Namun tetaplah Islam mengatur peran wanita pada porsinya. Tidak mengebiri, tidak pula dibiarkan sebebas-bebasnya. Sehingga kemudian kita dapat menyaksikan sebuah peradaban yang dibangun oleh insan-insan bertaqwa, dibangun oleh keluarga-keluarga yang Sakinah Mawaddah Warahmah, dibangun oleh masyarakat yang adil dan terbina sehingga mewujudkan suatu kesejahteraan, teratur dalam bingkai syari’ah Allah, berjalan beriringan menggapai ridho ilahi.
Afwan kalau dalam tulisan ini banyak kekurangan dan kesalahan yang ana buat. Ini tidak lepas dari posisi ana sebagai seorang manusia yang tak pernah lepas dari alpa dan dosa. Tulisan ini bukan sebagai sindiran atau apapun namanya, tetapi sebagai renungan untuk kita semua terutama kepada para saudariku yang berjuang dijalan Allah untuk menggapai ridho-Nya. Wallahu a’lam
Al Fatih 210982
Subscribe to:
Comments (Atom)