Setiap beberapa bulan sekali, ada aktifitas berpergian menggunakan commuterline jurusan Bekasi - Kalideres . Nah dalam perjalanannya baik dari Bekasi maupun kembali ke Bekasi dari Kalideres, ada dua stasiun transit dimana saya akan berpindah kereta untuk menuju tempat yang saya tuju. Nama stasiunnya adalah Stasiun Manggarai dan Stasiun Duri
Di stasiun ini pun waktu yang dibutuhkan untuk transit pun tidak lama kecuali kalau ada gangguan tapi itupun tak sampai memakan waktu seharian. Disanapun ada petugas baik dari announcer maupun penjaga lintasan dan peron yang senantiasa memberikan informasi tentang tujuan kereta atau bertanya di peron berapa kereta yang kita tuju berada serta memberikan informasi tentang posisi kereta ada dimana.
Nah apabila kita ikut dengan arahan dan petunjuk dari para petugas maka kita akan sampai ke tujuan, namun kalau kita ngeyel atau tidak mematuhi arahan dan petunjuk dari petugas maka bukan hanya kita salah arah namun juga membayakan keselamatan diri.
Gambaran tentang stasiun transit diatas ternyata sama dengan alur kehidupan kita didunia ini. Dunia adalah Stasiun transit perjalanan panjang kehidupan kita. Waktunya pun singkat, hanya menunggu kereta yang akan membawa kita ke tujuan kita. Para petugas ibarat orang orang yang mengingatkan kita agar tidak tersesat ke jalan yang salah. Sign system atau rambu-rambu adalah hukum dan syariat adalah petunjuk agar kita tak salah arah. Apabila kita tak mentaati itu maka bukan tak mungkin kita akan tersesat ke jalan yang salah.
Jadi...sudahkah kita mempersiapkan diri untuk tujuan akhir kita meraih ridho Allaah di "stasiun transit" ini?
Atau jangan jangan kita malah "betah"di stasiun transit yang sebenarnya kalau berlama lama pun kita akan "diusir"?
Atau kita tak mengindahkan petunjuk baik dari "sign system" atau para "petugas" sehingga kita salah arah atau tersesat dari tujuan akhir kita?
Wallaahu a'lam ..
BKS-KDS dalam sebuah perjalanan...