wadaw....ternyata kasus yang pernah saya tulis di blog ini belum selesai juga...
yup..kasus tentang meninggalnya anak SD di daerah Bandung akibat efek dari tayangan "Smackdown" yang ada disalah satu stasiun TV swasta....
kasus ini ternyata sudah merembet ke daerah daerah lain, suara suara lantang yang menyangkut tentang tayangan ini pun mulai gencar dilantunkan....variatif memang walaupun intinya tetap menyatakan ketidak setujuan sebagian besar masyarakat tentang tayangan acara ini.
Mulai dari DPRD, KPID Jawa Barat, menneg PP, sampai komite anak lantang menyerukan penolakan acara tersebut. Solusinya pun macam macam, ada yang menolak secara tegas, da juga yang mengundurkan jam tayangnya sehingga tidak masuk kedalam area "online" anak anak...
tanggapan pun juga beragam...ada yang bilang "wah terlambat, kenapa ngga dari kemarin kemarin aja" atau statement seperti "jangan salahkan TV nya dong, salahin yang nonton". atau "giliran masalah goyang goyang aja ribut, yang ini pas dah ada korban baru deh ribut..."
wow...sungguh bagus dinamika berpendapat masyarakat Indonesia. Bisa jadi ungkapan ungkapan seperti itu menunjukkan kekecewaan yang mendalam terhadap para "pejabat" yang ada di republik ini...
kita juga ngga bisa serta merta menyalahkan televisi, karena mereka juga harus bersaing ketat dengan stasiun televisi yang lain, walaupun ini juga bukan berarti sebuah pembenaran untuk "menghalalkan" segala cara yang penting rating tetap bagus...
toh kita punya yang namanya Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI ), kita juga punya lembaga kementrian yang tugasnya membuat rule of the game ( ROTG ) tentang mekanisme informasi di Indonesia.....
so....pada kemana lembaga lembaga tersebut ? apa musti menunggu lagi korban berjatuhan lebih banyak untuk "memberi peringatan" kepada stasiun televisi yang seharusnya menjadi media untuk meningkatkan moral, pendidikan dan akhlak bangsa indonesia terutama generasi mudanya?
ingat....kasus smackdown itu hanya sebagian kecil kasus yang mungkin "effeknya" langsung dirasakan dalam jangka waktu "dekat"
masih banyak tayangan tayangan televisi yang mempunyai efek psikologis yang panjang yang kalo saya pikir pikir malah akan merubah mental generasi muda Indonesia 10 sampai 20 tahun kedepan...
contohlah kasus sinetron sinetron yang ada saat ini...
crowded, banyak, dan tumpang tindih.....lom lagi "content" dari sinetron kita yang mungkin boleh saya bilang "picisan"
entah itu dari gaya hidup yang ada dalam sinetron itu, lom lagi moral yang disampaikan, apa pantas apabila kalo masuk sekolah baju kemeja dikeluarkan dan rok diatas lutut?
apa pantas siswa melecehkan guru ?
apa pantas yang selalu diusung adalah tema tema percintaan remaja pada saat sekolah? lalu kapan mereka akan belajar untuk meraih cita cita ?
kemana tayangan tayangan yang dulu sangat mendidik ? yang isinya adalah pelajaran pelajaran baik itu tingkat menengah maupun tingkat atas?
apakah kita akan menyibukkan generasi kita dengan pakaian model baru? HP jenis terbaru? atau tiap bulan pacar baru ?
mo kemana bangsa ini akan berjalan?
ini...hanyalah masalah waktu...........
maaf kalo kurang berkenan....hanya opini, tidak ada tendensi apapun...dan mudah mudahan yang saya tulis adalah murni dari kegundahan hati sebagai salah satu dari 250 juta rakyat Indonesia.....
No comments:
Post a Comment