Thursday, 2 March 2006

Kepada yang Bunda cintai sepenuh hati

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Bagaimana kabarmu sayang.... Bunda harap ananda selalu dalam lindungan ALLAH. Bunda terpaksa menulis surat ini...rasa kangen di dada Bunda ini rasanya sudah tak tertahankan lagi sayang. Bunda minta maaf ... kalau kedatangan surat Bunda ini mengganggu ananda. Maafkan Bunda kalau surat ini membuat ananda malu dengan teman-teman. Sungguh ... tidak ada niat Bunda seperti itu... hanya untuk melepas kangen Bunda sama ananda.

Sayang ... ingin rasanya Bunda menjengukmu kesana. Wajah ananda selalu muncul dalam mimpi Bunda. Tapi niat Bunda itu selalu Bunda kubur dalam-dalam. Hanya satu alasan... Bunda sayang...Bunda ingin anak Bunda bisa mandiri...Bunda ingin anak Bunda bisa merenungi kesendirian tanpa kehadiran Bunda disamping ananda

Anakku yang Bunda sayangi...Bunda bangga dengan ananda. Disaat teman-teman ananda mengisi hari-harinya dengan hura-hura dan bersenda gurau,... anak Bunda justru belajar agama di tempat yang jauh dari Bunda. Sungguh senaaaa....ng sekali hati Bunda ini. Bunda harap ini bisa mendorong ananda menjadi anak yang sholeh.........sebagaimana yang Bunda harapkan ketika Bunda berjuang dengan susah payah melahirkan ananda.............

Ketika wajah lucu ananda yang mungil baru muncul di dunia ini, hanya satu doa Bunda saat itu... “Duhai Allah.... Engkaulah yang menggenggam takdir anakku ini. Aku mohon Ya Allah jadikan anak yang ada dihadapanku sebagai anak yang sholeh ... jadikanlah ia anak yang bisa membahagiakanku kelak di hadapan-Mu ya Allah. Pertemukanlah kami kelak di surgaMu ya Allah. Jangan engkau pisahkan kami ya Allah. Jangan Engkau pisahkan kami ya Allah. Jangan Kau biarkan aku memasuki surgaMu tanpa anak ini disampingku”...........

Sampai sekarang Bunda selalu ulang – ulang do’a Bunda itu. Bunda sangat berharap doa Bunda itu menjadi kenyataan. Dan sekarang Bunda mulai yakin bahwa anak Bunda adalah anak yang sholeh. Kesediaan ananda untuk bekerja dan berda’wah membuat Bunda yakin bahwa do’a itu akan menjadi kenyataan. Sungguh bahagiaaaaaa ... sekali hati Bunda ini

Anakku yang sholeh... Bunda tidak tahu lagi berapa lama lagi Bunda diberi kepanjangan umur oleh Allah. Bunda merasa Bunda sudah tua. Bunda merasa malaikat maut tidak lama lagi akan datang menjemput Bunda. Mungkin surat ini surat terakhir Bunda untuk ananda. Mungkin ketika ananda pulang, Bunda sudah tidak ada lagi di rumah. Maafkan Bunda sayang... kalau selama ini Bunda banyak salah sama ananda. Maafkan Bunda kalau Bunda sering marah dengan ananda. Nyuruh nanda ngaji, belajar, puas, sholat yang mungkin ananda merasa nggak suka. Jangan dendam sama Bunda ya sayang. Bantu Bunda dengan doa-doamu ya sayang. Hanya doa yang Bunda harapkan dari ananda. Hanya doa ananda, amal jariyah dan kerja da’wah Bunda dan ananda selama ini yang dapat meringankan beban Bunda di hadapan Allah

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh


Dari Bundamu

2 comments:

  1. Hai, Di antara banyak blog yang saya lawati hari ini, blog anda antara yang hebat. Saya akan bookmark blog anda!

    Saya ada website kaya dengan cepat. Peluang kaya dengan cepat di sini.

    Lawatilah website saya bila ada masa lapang :-)

    ReplyDelete
  2. Hai, Di antara banyak blog yang saya lawati hari ini, blog anda antara yang hebat. Saya akan bookmark blog anda!

    Saya ada website cara mudah buat wang. Peluang cara mudah buat wang di sini.

    Lawatilah website saya bila ada masa lapang :-)

    ReplyDelete